Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Covid-19 Batal Terdistribusi Tahun Ini!

Pemerintah telah menyiapkan semua alat dan logistik yang diperlukan untuk proses penyimpanan dan pengiriman dengan sejumlah penjagaan, salah satunya sensor daring.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 17 November 2020  |  14:19 WIB
Budi Gunadi Sadikin Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
Budi Gunadi Sadikin Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA – Distribusi vaksin Covid-19 hampir dipastikan batal terlaksana pada 2020. Dalam laporan Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengenai status dan progres vaksin, pendistribusian paling cepat dilakukan pada kuartal II/2021.

Berdasarkan linimasa yang disusun Satgas, total vaksin Covid-19 yang didistribusikan hingga kuartal IV/2021 adalah 239 juta dosis. Vaksin yang diditribusikan adalah hasil produksi dari kerja sama antara Indonesia dan Sinovac dan buatan dalam negeri, Merah Putih.

Vaksin didistribusikan kepada 2 kelompok penerima; pertama, tenaga kerja kesehatan, pelayanan publik, dan anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran (BPJS PBI); kedua, masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya.

Kedua kelompok memiliki jumlah penerima masing-masing 64,37 juta dan 75 juta dengan total kebutuhan vaksin sebanyak 73,9 juta dosis untuk kelompok pertama, dan 165 juta untuk kelompok kedua. Total, jumlah penerima 107,2 juta dosis dengan kebutuhan vaksin 235,8 juta.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memang menetapkan target konservatif terkait dengan rencana pendistribusian vakin Covid-19, dengan catatan informasi mengenai perkembangan pengadaan vaksin dari salah satu produsen, Sinovac, bisa diperoleh lebih dini oleh pemerintah.

"Target pemerintah konservatif. Namun, melalui kerja sama dengan Sinovac, kami bisa tahu lebih dini informasi tentang pengadaan vaksin sesuai dengan jumlah yang Indonesia perlukan," ujar Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (17/11/2020).

Dia menambahkan seluruh kandidat, jenis, jumlah, dan harga vaksin akan diputuskan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), baik vaksin dari program pemerintah maupun vaksin mandiri.

Dari sisi distribusi, lanjutnya, komite saat ini tengah berhadapan dengan tantangan yakni keharusan agar vaksin didistribusikan secara massif dengan sisa waktu yang tidak banyak.

Terkait dengan hal tersebut, komite akan melibatkan rumah sakit negeri, swasta, serta pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), serta mendorong produsen untuk mempercepat proses pengadaan vaksin Covid-19.

Di samping itu, lanjut Budi, pemerintah telah menyiapkan semua alat dan logistik yang diperlukan untuk proses penyimpanan dan pengiriman dengan sejumlah penjagaan, salah satunya sensor daring.

"Semua titik di 34 provinsi di kota-kota besar disapkan ruangan dengan temperatur 2-8 derajat celsius. Ini untuk menampung distribusi-distribusi ke hub-hub besar besar, sehingga diperlukan ruangan penyimpanan dengan kapasitas besar," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

distribusi pemulihan ekonomi Vaksin Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top