Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Neraca Dagang Kembali Surplus, Pemerintah Dorong Ekspor Unggulan

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa surplus perdagangan ini menunjukkan permintaan global sudah mulai meningkat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 16 November 2020  |  18:41 WIB
Foto udara kawasan New Priok Container Terminal, Jakarta. Bisnis
Foto udara kawasan New Priok Container Terminal, Jakarta. Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Tren surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut pada Oktober 2020 meski perekonomian Indonesia resmi masuk resesi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perdagangan Oktober 2020 mengalami surplus US$3,61 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya US$2,44.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa surplus perdagangan ini menunjukkan permintaan global sudah mulai meningkat.

“Sehingga pemerintah akan melakukan yang pertama mendorong ekspor yang Indonesia punya keunggulan komparatif, seperti SDA [sumber daya alam], TPT [industri tekstil dan produk tekstil], emas perhiasan, besi, dan baja,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin, 16/11/2020).

Iskandar menjelaskan bahwa pemerintah juga akan melakukan percepatan belanja. Pengeluaran tersebut merupakan andalan saat ini untuk mendorong perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

“Terakhir yaitu dengan mendorong belanja kelompok kelas menengah,” jelasnya.

Berdasarkan data BPS, surplus diperoleh dari posisi nilai ekspor US$14,39 miliar lebih tinggi dibandingkan impor. Sementara itu, impor bulan Oktober 2020 tercatat sebesar US$10,78 miliar atau turun 6,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor impor perdagangan bps
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top