Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Semen Diproyeksi Rontok 10 Persen, ASI Sebut Dua Penyebab

Konsumsi semen tercatat selalu melonjak pada kuartal IV/2020 dalam beberapa tahun terakhir. Walakin, volume produksi industri semen hingga Oktober 2020 semakin merontok secara tahunan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 13 November 2020  |  14:10 WIB
Konsumsi Semen Diproyeksi Rontok 10 Persen, ASI Sebut Dua Penyebab
Proses produksi di pabrik Semen Batu Raja. Pembangunan perumahan mendominasi konsumsi semen nasional sekitar 55-65 persen. - SMBR
Bagikan

Bisnis,com, JAKARTA - Konsumsi semen tercatat selalu melonjak pada kuartal IV/2020 dalam beberapa tahun terakhir. Walakin, volume produksi industri semen hingga Oktober 2020 semakin merontok secara tahunan.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata konsumsi semen nasional pada 10 bulan pertama 2020 turun sekitar 7,05 persen atau menjadi 52,6 juta ton. Pada periode yang sama tahun lalu, penurunan konsumsi semen domestik hanya sekitar 1,2 persen menjadi 56,62 juta ton.

"Kami estimasi sampai dengan akhir tahun ini permintaan [semen] dalam negeri turun 8-10 persen [secara tahunan]. Akan tetapi, karena ekspornya naik, total [produksi] hanya minus 5-6 persen [secara tahunan]," ujar Ketua Umum ASI Widodo Santoso, Kamis (12/11/2020).

Berdasarkan data ASI, penurunan konsumsi terbesar hingga Oktober 2020 terjadi pada Pulau Jawa atau hingga 12,6 persen secara tahunan menjadi 35,51 juta ton. Artinya, harus ada konsumsi semen sebanyak 3,59 juta ton dalam 2 bulan terakhir 2020 agar konsumsi semen sama dengan realisasi 2019.

Adapun, penurunan konsumsi semen nasional pada Januari-Oktober 2020 mayoritas dipengaruhi oleh turunnya konsumsi di Pulau Jawa setara dengan 67,48 persen konsumsi semen nasional. Selain itu, kapasitas terpasang pabrikan semen di Pulau Jawa mendominasi hingga 65,78 persen atau 72,34 juta ton.

Widodo menjelaskan penurunan konsumsi semen hingga bulan kesepuluh 2020 disebabkan oleh dua hal. Pertama,  penurunan konsumsi di sektor perumahan. Kedua, penundaan proyek infrastruktur. Kedua sektor tersebut memiliki kontribusi masing-masing 50 persen terhadap penurunan konsumsi pada tahun ini.

Widodo mencatat proyek infrastruktur berkontribusi sekitar 20-25 persen dari total konsumsi semen, sedangkan pembangunan jalan tol sekitar 15-20 persen. Sementara itu, pembangunan perumahan mendominasi konsumsi semen nasional sekitar 55-65 persen.

"Rata-rata orang [yang mau] membangun rumah ditahan dulu karena penghasilan kurang dan tidak jelas kapan selesainya [pandemi Covid-19," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri semen perumahan rakyat
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top