Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertemuan Dewan MEA ke-19, Negara-negara Asean Bahas Pemulihan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan negara-negara Asean telah menyepakati kerangka kerja pemulihan ekonomi yang diberi nama Asean Comprehensive Recovery Framework (ACRF).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 November 2020  |  19:34 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara anggota Asean membahas pemulihan ekonomi di tingkat regional hingga evaluasi implementasi cetak biru masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2025.

Pembahasan ini dilakukan dalam pertemuan Asean Economic Community Council (AECC) ke-19 yang digelar secara virtual pada Selasa (10/11/2020). Pertemuan ini dipimpin oleh Tran Tuan Anh dari Vietnam dan dihadiri oleh seluruh AECC Ministers dari 10 Negara Anggota Asean (AMS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan negara-negara Asean telah menyepakati kerangka kerja pemulihan ekonomi yang diberi nama Asean Comprehensive Recovery Framework (ACRF).

"Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Leaders pada KTT Asean ke-36 tanggal 26 Juni 2020 untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19," katanya.

Dia menjelaskan, ACRF melibatkan seluruh pilar Asean, terutama pilar ekonomi, dengan fokus pada penanganan dampak Covid-19 yang cepat dan fleksibel, serta memiliki beberapa fase yaitu reopening, recovery, dan resilient.

Terdapat lima strategi di dalam ACRF, di antaranya meningkatkan sistem kesehatan, memperkuat ketahanan manusia, memaksimalkan potensi pasar intra Asean, mempercepat digitalisasi yang inklusif, serta maju menuju masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.

"Indonesia mengupayakan agar program ini tidak bersifat business as usual dan mendorong Badan Sektoral terkait untuk melaksanakan program/inisiatif sesuai timeline yang telah ditetapkan," jelasnya.

Airlangga juga menyampaikan, meskipun tengah menghadapi pandemi global Covid-19, Indonesia dan AMS lainnya tetap berkomitmen untuk melaksanakan integrasi ekonomi Asean menuju Asean yang maju dan modern, melalui implementasi prioritas tahunan AEC 2025.

"Pada tahun 2020 ini, Indonesia telah mengimplementasikan 39 persen komitmen, sedangkan di level Asean mencapai 35 persen," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean airlangga hartarto pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top