Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gapmmi Sebut Investasi Sektor Makanan dan Minuman Naik Selepas UU Cipta Kerja Disahkan

Dalam beberapa hari terakhir, Adhi mengakui banyak investor yang menanyakan potensi investasi di dalam negeri.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 10 November 2020  |  02:41 WIB
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. - Istimewa/ Kemenperin
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. - Istimewa/ Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan investasi asing langsung atau foreign direct investmen untuk sektor makanan dan minuman naik 14 persen selama pandemi.

Kenaikan tercatat hingga akhir kuartal III 2020. “Kita lihat kebutuhan makanan dan minuman sangat tinggi dan investor terus meningkat,” tutur Adhi dalam diskusi virtual, Senin (9/11/2020).

Adhi mengklaim minat investor bertambah tinggi setelah Presiden Joko Widodo meneken Undang-undang Cipta Kerja yang pada Oktober lalu disahkan oleh DPR. Sebab, beleid itu dianggap memberikan kepastian bagi penanam modal.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, Adhi mengakui banyak investor yang menanyakan potensi investasi di dalam negeri. Adhi juga menyebut baru saja memperoleh telepon dari pengusaha Swedia.

Dia bercerita, pengusaha ini berminat membuka pabrik susu di Indonesia. Beberapa bulan lalu, ada pula pengusaha awal Taiwan yang menyatakan niat ingin membuka pabrik gula di Tanah Air kepada Adhi. Adhi tidak mendetailkan nama-nama perusahaan tersebut.

Namun, dia menekankan bahwa potensi negara untuk mendatangkan pemodal asing sangat besar. Untuk mendulang rencana investiasi, ia menilai perlu ada upaya dari pemerintah untuk memberikan fasilitas-fasilitas tertentu.

Sebab, jika investasi masuk, Indonesia diuntungkan karena lapangan kerja di dalam negeri semakin terbuka. “Ini juga akan menambah devisa dan memberikan nilai tambah,” ucapnya.

Dalam acara yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan seribu perusahaan Amerika Serikat akan mencabut investasinya dari Cina dalam waktu dekat. Momentum ini dianggap menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk mengambil peluang relokasi industri.

Adapun informasi terkait cabutnya investor dari Negeri Tirai Bambu ia peroleh saat bersamuh dengan Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Sung Yong Kim, baru-baru ini. “Mereka tidak mau rantai pasok dunianya terkonsentrasi di Cina,” ujar Rosan.

Tak hanya Amerika, menurut Rosan, negara-negara lain di Uni Eropa dan Asia juga menyatakan niat serupa. Jepang, misalnya, akan memberikan insentif bagi entitas yang akan hengkang dari Cina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi industri makanan dan minuman

Sumber : Tempo.co

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top