Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Nataru, INACA: Tambah Petugas Verifikasi Dokumen Kesehatan

INACA meminta adanya penambahan petugas KKP yang bertugas verifikasi dokumen kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada saat libur nataru.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 November 2020  |  16:24 WIB
Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja. - Dok. Istimewa
Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai kesigapan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) hingga Kementerian Kesehatan dalam menangani lonjakan penumpang pada periode natal dan tahun baru (nataru) menjadi kunci utama mendorong pertumbuhan yang lebih baik pada tahun depan.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menekankan guna mengantisipasi lonjakan penumpang saat nataru, jangan sampai jumlah petugas KKP kurang sehingga antrean penumpang untuk verifikasi hasil rapid test berlangsung lebih lama dan mengular. Pasalnya, jika hal tersebut kembali terjadi operator bandara dan maskapai akan menjadi pihak yang kembali disorot dan disalahkan.

Denon juga mengapresiasi saat ini pemeriksaan kartu Health Alert Card (HAC) sudah dapat dilakukan secara elektronik. Dia mengharapkan hal tersebut dapat berlanjut untuk pemeriksaan hasil rapid test.

Penyelenggara rapid test sebaiknya sudah menerapkan penggunaan QR code dalam menyeleksi hasil rapid test supaya prosesnya berlangsung lebih cepat dan efisien.

“Kami berharap disampaikan juga karena elektronik HAC sudah digital tetapi kalau pemeriksaan hasil rapid test masih verifikasi manual. Kami mohon segera KKP Kemenkes membuat proses yang lebih simple. Apakah hasilnya bisa memiliki barcode di-scan. Kalau manual dicek satu-satu petugas KKP cma empat sampai delapan tidak sebanding dengan pergerakan pesawat,” ujarnya, Senin (9/11/2020).

Saat ini masyarakat dan pelaku industri aviasi dapat melakukan kegiatan penerbangan sesuai SE/13/2020 dari Dirjen Perhubungan Udara. Aturan ini yang membuat masyarakat percaya protokol dapat mnegurangi resiko penularan Covid-19 di dalam ekosistem transportasi udara.

Pasalnya, protokol kesehatan ini mensyaratkan HAC menambah kelengkapan adminitrasi yang harus dipersiapkan calon penumpang.

Denon mengharapkan aktivitas masyarakat menggunakan transportasi udara dapat sesegera mungkin kembali seperti tahun sebelumnya. Denon berpendapat bentuk stimulus dan relaksasi yang telah dilakukan pemerintah memang menjadi upaya yang meringankan, tetapi bukan merupakan harapan yang menjadi tujuan utama bagi maskapai.

“Harapan kami 2021 dan 2022 sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan 2021 seluruh transportasi dan tempat wisata sudah menerapkan protokol covid. Selanjutnya bagaimana masyarakat tidak menyepelekan karena sudah biasa dengan adaptasi kenormalan baru. Menjaga diri sampai kapan pun,” imbuhnya.

Dia optimistis, hal-hal itu yang sebetulnya bermanfaat bagi industri penerbangan setelah delapan bulan aktivitas penerbangan tidak produktif ada biaya-biaya asosiasi bisa melakukan renegosiasi restrukturisasi hutang yang dibayarkan pada kegiatan Maret sampai September.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan inaca
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top