Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arcandra : Pembangunan Infrastruktur Migas Harus Terukur

Pandemi memberikan tantangan baru bagi sektor migas. Semua proyeksi pembangunan harus dihitung matang.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 03 November 2020  |  16:22 WIB
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, Jakarta - Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arcandra Tahar menyatakan bahwa infrastruktur merupakan salah satu kunci dalam pengembangan bisnis minyak dan gas (migas).

Oleh sebab itu, sebelum membangun infrastruktur, perusahaan migas harus memastikan darimana sumber pasokan migasnya serta potensi pasar yang akan menyerap energi tersebut.

"Selanjutnya, aspek teknologi dan komersial akan menjadi faktor penentu, apakah infrastruktur yang dibangun tersebut mampu menciptakan multiplier bisnis secara maksimal dalam kurun waktu tertentu kepada pelaku ekonomi," kata Arcandra dalam unggahan di laman instagramnya @arcandra.tahar, Selasa (3/11/2020).

Lebih jauh, Wakil Menteri Energi san Sumber Daya Mineral Kabinet Kerja 2016-2019 tersebut menjelaskan bahwa saat ini PGN juga terus melakukan berbagai upaya untuk tetap mengembangkan infrastruktur di berbagai daerah.

Terlebih, dampak pandemi COVID-19 terhadap berbagai sektor ekonomi sangat besar, termasuk berkurangnya konsumsi energi, sehingga PGN juga dituntut untuk menjalankan efisiensi sebaik mungkin.

Menurutnya, proses efisiensi yang dilakukan PGN telah dimulai sejak awal, yaitu ketika sebuah proyek infrastruktur akan dibangun. Tim di internal PGN akan merumuskan dan menentukan terlebih dahulu beberapa aspek strategis dan teknis yang harus dilalui sampai akhirnya bisnis berjalan secara optimal.

"Misalnya pada tahap awal, harus ditentukan target bisnis proyek tersebut secara jelas, terukur berdasarkan data yang valid. Deadline dan milestone yang akan dicapai harus clear dengan didukung pemahaman matang terhadap pasar atau konsumen," jelasnya.

Sebelum kontruksi dari sebuah infrastruktur akhirnya dibangun, maka tim proyek itu harus melalui beberapa fase strategis. Seperti identifikasi atas partner-partner strategis ataupun eksisting klien yang memungkinkan untuk menjadi bagian dari target proyek baru tersebut.

Lantas, jika konsumen dari rencana proyek sudah kelas, langsung dilakukan pengikatan kerja sama melalui nota kesepahaman.

Fase-fase berikutnya, menurut Arcandra, juga harus dilakukan secara disiplin dan ketat. Hal ini untuk memastikan bahwa sebuah proyek infrastruktur yang dibangun oleh PGN tidak saja memberikan manfaat bagi masyarakat tapi juga mampu memperkuat fundamental perusahaan guna mendukung ekspansi berikutnya.

"Catatan pentingnya, menentukan teknologi, strategi kontrak, estimasi capek dan opek serta opsi pembiayaan akan menjadi bagian dari fase krusial dalam pembangunan sebuah proyek infratruktur," ujarnya.

Pihaknya menegaskan, faktor teknologi dan aspek komersial inilah yang kini dikedepankan oleh PGN dalam memutuskan sebuah proyek infrastruktur migas. Hasilnya juga telah terbukti efektif.

Pada proyek infrastruktur pipa minyak ke blok Rokan, PGN bisa menghemat biaya USD150 juta atau lebih dari Rp2,1 triliun.

Beberapa proyek infrastruktur yang akan segera dibangun PGN juga didorong untuk semakin efisien. Strategi bisnis yang dikembangkan tetap mengedepankan optimalisasi teknologi dan komersial serta adanya kepastian pasokan dan konsumen yang akan menjadi target pasarnya.

"Dengan dukungan sumber daya manusia yang sudah teruji, sebagai perusahaan energi nasional, PGN dapat lebih mengoptimalkan perannya dalam membangun dan mengembangkan infrastruktur migas, khususnya gas bumi agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen di lebih banyak daerah. Insha Allah," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PGN
Editor : Kahfi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top