Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OPSI Berharap Gubernur Pertimbangkan Kenaikan Upah Hingga 2 Persen

Kenaikan upah minimum dengan mempertimbangkan inflasi tahunan memiliki dampak positif dengan tidak tergerusnya daya beli pekerja, sehingga tingkat konsumsi mendukung pertumbuhan ekonomi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  02:48 WIB
Ilustrasi karyawan di salah satu supermarket di Jakarta./Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi karyawan di salah satu supermarket di Jakarta./Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar berharap gubernur mempertimbangkan untuk tetap menaikkan upah minimum pada 2021 dengan kisaran 1,5 hingga 2 persen.

Pertimbangan tersebut, ujarnya, berdasarkan tingkat inflasi Januari-Agustus menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 0,93 persen, sementara tingkat inflasi secara tahunan (yoy) pada Agustus 2020 sebesar 1,32 persen.

"Dengan data ini, seharusnya para gubernur dapat mempertimbangakan untuk tetap menaikkan upah minimum 2021, meskipun hanya di kisaran 1,5–2 persen," kata Timboel kepada Bisnis pada Selasa (27/10/2020).

Dia mengatakan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) tentang pengupahan tersebut merupakan imbauan dan tidak wajib dipatuhi oleh gubernur.

Mengacu pada UU No. 13/2003 ataupun UU Cipta Kerja, lanjutnya, yang memiliki hak prerogatif menetapkan upah minimum adalah gubernur, sehingga gubernur dapat menetapkan upah minimum tidak sesuai dengan SE Menaker.

Selain itu, kenaikan upah minimum dengan mempertimbangkan inflasi tahunan memiliki dampak positif dengan tidak tergerusnya daya beli pekerja, sehingga tingkat konsumsi mendukung pertumbuhan ekonomi.

Tingkat konsumsi yang terjaga, lanjutnya, dapat mendukung geliat ekonomi yang mana pergerakan barang dan jasa akan lebih dinamis sehingga bisa mendukung peningkatan pajak bagi negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serikat pekerja upah minimum
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top