Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tancap Gas! Kementan Targetkan 1.000 Ha Food Estate di Sumut Tahun Ini

Kementerian Pertanian (Kementan) akan memulai pembangunan food estate di Sumatera Utara tahun ini. Adapun, pengembangan tersebut akan mengandalkan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  19:15 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. ANTARA
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) akan memulai pembangunan food estate di Sumatera Utara tahun ini. Adapun, pengembangan tersebut akan mengandalkan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan 1.000 hektar food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Adapun, Kementan akan bertanggungjawab terhadap 215 hektar dari target tersebut, sementara 785 hektar lainnya akan digarap oleh pihak swasta.

"Lahan-lahan itu akan menjadi bagian dari contoh dari koperasi pertanian dari hulu ke hilir, dari budidaya pascapanen sampai industri. [Ada] tiga komoditas dasar yang Bapak Presiden perintahkan kepada kami untuk diujicobakan di Sumatera Utara ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/10/2020).

Berdasar data Kementan, ada sekitar 61.042 hektar lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi food estate. Namun, pemerintah akan fokus mengembangkan 30.000 hektar di empat kabupaten di Sumatera Utara, yakni Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.

Di samping itu, tiga komoditas yang akan diuji coba adalah kentang, bawang merah, dan bawang putih. Syahrul menjelaskan tujuan pembangunan food estate di SUmatera Utara adalah untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan modern.

"Jangan kita cuman jago di budidaya on farm, tetapi off farm juga. Dalam hal ini, olah petiknya dengan baik di pabrikasi dan di industri nilainya bisa lebih besar didapat oleh petani,: ucapnya.

Seperti diketahui, pemerintah memilih dua provinsi sebagai food estate, yakni Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah. Adapun, pemerintah menargetkan dapat mengembangkan sekitar 60.000 hektar lahan di Kalimantan Tengah sebagai food estate dengan komoditas awalan berupa padi dan singkong.

Sebelumnya, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) menilai pemilihan Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara tepat lantaran berada di utara garis khatulistiwa yang memiliki intensitas cahaya lebih tinggi. Walakin, DI. Aceh dan Papua seharusnya juga dipilih menjadi daerah pengembangan food estate.

"Ada dua faktor yang menjadi perhatian [pemilihan wilayah food estate] yakni cuaca dan lahan. Saya lihat Presiden sudah mendapat masukan bagus, tapi kenapa Aceh tidak dimasukkan?" ujar Ketua Umum GIMNI Sahat Sinaga.

Sahat menilai Aceh memiliki kelebihan waktu musim panas lebih panjang hingga 4 bulan dari daerah lainnya. Menurutnya, panganan seperti padi dan tebu tepat untuk dikembangkan di sana.

Sementara itu, Papua dipilih untuk pemerataan ketersediaan pangan di wilayah timur. Sahat menilai penambahan Aceh dan Papua dapat menurunkan konsentrasi populasi di pulau Jawa. "Ini salah satu side effect yang baik dengan [adanya pengmbangan] food estate."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

food estate lumbung pangan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top