Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WNA Diizinkan Beli Unit Apartemen Diyakini Gerakkan Bisnis Properti

Pemberian izin untuk membeli apartemen diyakini akan menggerakkan bisnis properti. Hal itu dikemukakan oleh Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  22:52 WIB
Sejumlah penghuni berada di apartemen di Jakarta./Bisnis - Himawan L Nugraha
Sejumlah penghuni berada di apartemen di Jakarta./Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyebutkan diperbolehkannya warga negara asing membeli unit rumah susun atau apartemen di Indonesia akan menggerakkan sektor properti dan turunannya.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengatakan status kepemilikan properti atas rumah susun  atau apartemen yang dapat dibeli oleh WNA dalam UU Cipta Kerja yakni hak pakai, bukan hak atas tanah.

"Jadi, mereka itu beli ruangnya atau apartemen, bukan tanahnya," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (16/10/2020).

Menurutnya, bagi WNA yang penting membeli apartemen dibandingkan dengan membeli tanah. Dia melanjutkan bahwa diperbolehkannya pembelian apartemen oleh WNA dalam UU Cipta Kerja ini tak melanggar UU Pokok Agraria (UUPA).

"Kita harus dorong industri properti, jangan takut sekali kepada orang asing, dan yang kita berikan hak ruang saja, hak tanah tidak boleh. HGB [hak guna bangunan] tidak boleh, yang boleh mereka kalau mau beli rumah, itu hak pakai. Hak pakai diakui oleh UU Pokok Agraria," katanya.

Nantinya, tuturnya, ada aturan yang mengatur kepemilikan rumah susun untuk orang asing ini seperti aturan mengenai harga yang akan menjadi pedoman. WNA, lanjutnya, tidak diperbolehkan membeli rumah rakyat.

"Kalau rumah yang disediakan untuk rumah rakyat, tidak boleh dibeli oleh orang asing. orang asing cuma bisa beli rumah dengan harga misalnya Rp5 miliar ke atas," ucapnya.

Dengan diperbolehkannya WNA membeli apartemen di Indonesia, diyakini dapat menggerakkan sektor properti dan turunannya.

"Misalnya ada orang asing yang bersekolah di kawasan ekonomi khusus (KEK). Mereka juga bisa membeli apartemen untuk ditinggali. Jadi, ini tidak melanggar UUPA. Toh, apartemen enggak bisa dibawa ke luar negeri," tutur Sofyan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen bisnis properti cipta kerja
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top