Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Truk Logistik Mulai Layani Segmen UMKM

Pebisnis truk logistik mulai mengarahkan targetnya untuk memenuhi segmen pasar UMKM dari sebelumnya untuk distribusi seperti supermarket dan toko ritel.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 September 2020  |  19:22 WIB
Ilustrasi truk logistik. - Dok. Istimewa/kargo.tech
Ilustrasi truk logistik. - Dok. Istimewa/kargo.tech

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku bisnis truk logistik mencoba menyasar pasar di segmen UMKM atau business to consumer (B to C) sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar di segmen ini, tetapi belum menemukan pola pertumbuhan yang signifikan.

Direktur Utama PT Lookman Djaja Logistics Kyatmaja Lookman menuturkan telah memiliki layanan full truck load. Layanan ini memungkinan agar isi muatan satu truk dapat dilakukan oleh satu instansi yang sama.

Selanjutnya pengiriman akan diteruskan menuju tempat tujuan dengan menggunakan mobil-mobil kecil. Namun, memang sasarannya tidak langsung kepada individu melainkan sektor UMKM ke toko-toko.

Kyatmaja menjelaskan dengan layanan ini dari sisi tarif memang lebih murah dibandingkan jasa kurir parsel. Dia mencontohkan untuk rute Jakarta- Surabaya bisa dikenakan tarif hanya Rp1.000 per kilogram tetapi memang terdapat minimal pengiriman senilai Rp100.000.

“Harganya jauh lebih murah daripada parcel delivery yang sekitar Rp15.000 per satuan. Nah ini yang kami masih pelajari untuk trial and error. Saat ini kami masuk B to C, jadi mungkin kecilkan lagi tarif minimum pengirimannya supaya sesuai bisa menjadi Rp15.000,” jelasnya, Senin (28/9/2020).

Kyatmaja berpendapat jasa kurir B to C memang mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan industri logistik. Namun dia mencermati pertumbuhan hanya dialami oleh jasa kurir yang berkorelasi dengan platform digital dan tidak langsung ke Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) dalam bentuk toko ritel.

Selama ini pelaku truk lebih banyak melayani permintaan distribusi seperti supermarket dan ritel lainnya yang menjadi tempat masyarakat berbelanja. Pasar pelaku truk berbeda dengan jasa kurir, karena masih menyasar sektor penjualan seperti bahan pokok dan bahan penting, sembako, dengan kategori low value, heavy dan bulky.

Sektor tersebut tidak mungkin disasar oleh jasa kurir yang lebih dapat dikategorikan sebagai sektor high value dan bukan barang konsumsi secara terus-menerus.

Di sisi lain kinerja sektor logistik secara keseluruhan memang mengalami penurunan dengan semakin terbatasnya daya beli. Masyarakat akan lebih mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top