Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pergudangan Salah Satu Andalan Pemulihan Bisnis Properti Malaysia

Industri pergudangan di Malaysia menjadi salah satu motor penggerak pemulihan bisnis properti di negeri jiran tersebut.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 September 2020  |  21:01 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor properti industri Malaysia turut terdampak pandemi Covid-19 dan diperkirakan pulih kembali dalam waktu 6 bulan hingga 2 tahun mendatang. Properti logistik diprediksi menjadi salah satu andalan pemulihan sektor tersebut.

The CEO of Rahim & Co International Sdn Bhd Siva Shanker mengatakan pemulihan sektor properti industri mulai terjadi pada kuartal III ini setelah sempat terpukul dalam pada kuartal II.

"Meskipun masih ketidakpastian masa depan pasar properti, sektor industri telah stabil karena pasokan dan permintaan," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (28/9/2020).

Sektor industri berada dekat dengan ekuilibrium, yang berarti penawaran dan permintaan hampir bertemu.

Spekulasi ini terjadi di pabrik semi-terpisah dan bertingkat berukuran di bawah 10.000 ft2 yang semuanya sedang dibangun untuk dijual.

Dia menjelaskan saat ini investor yang membeli properti industri memiliki harapan untuk dapat menyewakannya setelah selesai dibangun.

Permintaan sebenarnya dapat ditemukan pada unit yang lebih besar di subsektor industri karena pertumbuhan sektor logistik dan pergudangan e-commerce.

“Untuk sebagian besar, sektor industri telah bekerja dengan baik dan, karena Covid-19 dan MCO [Movement Control Order, pembatasan terkait virus corona], kenaikan belanja online meningkatkan permintaan pergudangan dan penyimpanan. Ruang logistik tumbuh secara eksponensial," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti pergudangan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top