Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Properti Pergudangan Global Capai Rekor

Di tengah pandemi corona, investasi di subsektor properti pergudangan mencapai rekor. Gudang melampaui toko untuk menjadi kelas aset real estat terpopuler ketiga setelah kantor dan rumah.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 25 September 2020  |  17:59 WIB
Ilustrasi logistik di aset properti pergudangan - Reuters
Ilustrasi logistik di aset properti pergudangan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergudangan menyumbang rekor investasi real estat komersial global pada paruh pertama tahun ini karena lonjakan e-commerce selama lockdown memicu permintaan untuk properti logistik.

Sekitar US$75 miliar dihabiskan untuk merealissikan properti industri dan logistik dalam 6 bulan pertama, atau sekitar 20 persen dari total investasi, kata konsultan dan broker properti Savills.

Gudang melampaui toko untuk menjadi kelas aset real estat terpopuler ketiga setelah kantor dan rumah, kata perusahaan itu dalam sebuah laporan berdasarkan data Real Capital Analytics (RCA).

"Booming e-commerce global saat ini, yang dipercepat oleh konsumen yang mengalihkan pembelian mereka secara online selama pandemi, menjadi katalis utama bagi pertumbuhan sektor ini," kata Paul Tostevin, Direktur Riset di Savills.

Penjualan online diprediksi meningkat 31 persen di Eropa Barat tahun ini, terhitung sekitar 16 persen dari total penjualan ritel, kata Center for Retail Research.

Di Amerika Serikat, pangsa pasar e-commerce akan mencapai 14,5 persen, demikian penelitian eMarketer.

Perkembangan itu menyebabkan "tingkat permintaan investor yang belum pernah terjadi sebelumnya", dengan perusahaan seperti Amazon melakukan leasing untuk mendukung ekspansi, demikian laporan Savills.

Investor real estat terbesar di dunia termasuk Blackstone Group dan GIC Pte menguntungkan bisnis properti pergudangan selama satu dekade terakhir.

Blackstone Group menghabiskan sekitar US$40 miliar untuk gudang di seluruh dunia dalam 2 tahun terakhir saja, data RCA menunjukkan.

Peningkatan permintaan properti gudang juga mendorong perusahaan termasuk Prologis dan Segro ke puncak indeks real estate investment trust (REIT), sementara di sisi lain pemilih mal bernasib buruk karena nilai properti tersebut tertekan.

Jumlah modal yang diinvestasikan di pergudangab setiap tahun naik enam kali lipat dalam satu dekade hingga 2019, dengan kesepakatan senilai US$196 miliar telah diselesaikan, kata Savills.

Sementara itu di Amerika Serikat, kesepakatan melonjak 10 kali lipat pada periode yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti pergudangan

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top