Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Gandeng Swasta untuk Bangun Infrastruktur Hilir

Swasta akan diajak untuk membangun terminal-terminal untuk Pertamina seperti terminal BBM, terminal LPG, dan pemipaan dengan skema BOT atau BOOT.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 September 2020  |  18:29 WIB
Pipa minyak Pertamina. - Bisnis
Pipa minyak Pertamina. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Minimnya anggaran investasi PT Pertamina (Persero) untuk pengembangan bisnis di sektor hilir membuat perusahaan mencari cara untuk tetap bisa berkembang.

Investasi bisnis hilir Pertamina hanya memiliki porsi yang kecil dalam struktur anggaran yang digelontorkan. Sektor hulu masih menjadi prioritas investasi perseroan.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono mengatakan bahwa sekitar 80 persen investasi yang dikucurkan Pertamina masih terpusat di bisnis hulu migas.

Dengan demikian, bisnis hilir Pertamina tidak memiliki cukup anggaran untuk berinvestasi dalam pengembangan bisnis yang akhirnya mendorong perusahaan memutar otak.

Mulyono mengatakan bahwa pihaknya tengah merancang pengembangan bisnis dengan menggandeng mitra-mitra swasta.

"Jadi, saya sekarang kembangkan sistem BOT [built-operate-transfer] dan BOOT [build-own-operate-transfer] ini sudah kami lakukan. Ternyata mitra swasta banyak juga di luar, tapi tidak ada kerjaan, sedangkan Pertamina banyak kerjaan, tapi duitnya terbatas," katanya dalam sebuah webinar yang digelar pada akhir pekan lalu.

Nantinya mitra-mitra tersebut akan digandeng untuk membangun terminal-terminal untuk Pertamina seperti terminal BBM, terminal LPG, dan pemipaan dengan skema BOT atau BOOT.

"Dia bangun, dia operasikan, dalam waktu 10 tahun akan ditransfer ke Pertamina," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top