Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Minta Pemasok BBM dan LPG Simpan Stok di Indonesia

Apabila stok BBM dan LPG berada di Indonesia, dari sisi distribusi Pertamina bisa lebih memangkas waktu pengiriman dan juga memangkas biaya inventori.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 September 2020  |  16:10 WIB
Aktivitas pengisian truk tangki untuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Depo BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Aktivitas pengisian truk tangki untuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Depo BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) tengah mempersiapkan strategi baru dalam pengadaan impor bahan bakar minyak dan gas alam cair atau LPG.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono mengatakan bahwa perseroan sedang mengkaji skema pengadaan BBM dan LPG yang disebut dengan supplier held stock (SHS).

Dalam skema itu, pengadaan atau impor BBM dan LPG akan dilakukan melalui skema kontrak jangka panjang dan meminta setiap pemasok untuk menyimpan BBM dan LPG tersebut yang sebelumnya di Singapura menjadi di Indonesia.

"Pokoknya saya mau beli yang disiapkan storage-nya di Indonesia, sekarang ini kami minta storage ini dalam waktu 10 tahun harus jadi miliknya Pertamina," katanya dalam webinar, akhir pekan lalu.

Rencana itu, kata Mulyono, diharapkan dapat memberi sejumlah keuntungan bagi Pertamina mulai dari sisi distribusi, logistik, dan juga kepentingan nasional.

Apabila stok BBM dan LPG berada di Indonesia, dari sisi distribusi Pertamina bisa lebih memangkas waktu pengiriman dan juga memangkas biaya inventori.

"Kami akan bayar setelah kami ambil barangnya yang ada di terminal yang ada di Indonesia, kami tidak perlu capex," ungkapnya.

Mulyono menilai dengan disimpan di Indonesia, pasokan BBM dan LPG tersebut akan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Hal itu akan mendukung kebijakan BPH Migas yang akan mengatur para badan usaha untuk memiliki cadangan BBM niaga umum pada level 24 hari dalam waktu 5 tahun.

"Ini akan meningkatkan ketahanan stok nasional walaupun bukan punyanya Pertamina, tapi sudah ada di Indonesia kalau terjadi apa-apa bisa kita gunakan," ungkapnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lpg
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top