Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasok Rumah di AS Menyusut, Permintaan Tertinggi dalam 14 Tahun

Pasokan rumah baru di Amerika Serikat tersendat. Kondisi itu justru disikapi pasar dengan peningkatan permintaan terhadap residensial dengan jumlah tertinggi dalam hampir 14 tahun.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 27 September 2020  |  00:08 WIB
Ilustrasi perumahan di Amerika Serikat./Bloomberg - Chris Rank
Ilustrasi perumahan di Amerika Serikat./Bloomberg - Chris Rank

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan rumah baru di Amerika Serikat secara tak terduga naik untuk bulan keempat pada Agustus ke level tertinggi dalam hampir 14 tahun, karena tingkat suku bunga hipotek terendah terus menarik pembeli ke pasar dengan pasokan yang terus menyusut.

Pembelian rumah pertama keluarga baru meningkat 4,8 persen, dipimpin oleh permintaan di wilayah Selatan, setelah kenaikan 14,7 persen yang direvisi naik pada Juli, demikian data pemerintah yang dilansir Bloomberg. 

Harga jual rata-rata turun dari tahun sebelumnya menjadi US$312.800 dan jumlah rumah yang dijual turun ke level terendah hampir 3 tahun.

Data terbaru menyoroti momentum di pasar perumahan, didorong oleh biaya pinjaman yang rendah dan keinginan untuk properti baru selama pandemi yang menyebabkan lebih banyak warga Negeri Paman Sam itu bekerja dari rumah.

Namun, sulit untuk mengukur berapa lama permintaan yang kuat tersebut akan bertahan, mengingat skala PHK dan potensi PHK pada masa depan tanpa paket bantuan fiskal federal.

Tingkat penjualan tahunan dalam 4 bulan terakhir meningkat lebih dari 77 persen, tertinggi dalam periode yang sebanding sejak 1980.

Penjualan meningkat di dua dari empat wilayah yang dipimpin oleh Selatan, yang merupakan wilayah terbesar, dengan pembelian melonjak 13,4 persen ke level tertinggi sejak 2005. Permintaan juga meningkat di wilayah Timur Laut.

Namun, pasokan rumah baru terus menurun. Pada laju penjualan saat ini, diperlukan waktu 3,3 bulan untuk menghabiskan pasokan, kerangka waktu terpendek dalam catatan hingga 1963.

Penurunan 4,3 persen dalam harga jual rata-rata dari tahun lalu mencerminkan komposisi rumah yang terjual.

Sekitar 34.000 properti dengan harga mulai dari US$200.000 hingga hampir US$300.000 telah terjual, terbanyak dalam catatan sejak 2002. Sementara itu, lebih sedikit properti di kelas atas yang berpindah tangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top