Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dongkrak Penjualan Properti, Bank BTN, BCA, & CIMB Niaga Genjot KPR

Di tengah menyusutnya penjualan properti, Bank BTN, CIMB Niaga, dan BCA terus memacu penyaluran kredit pemilikan rumah. Penyaluran KPR secara konsisten akan menjaga daya beli masyarakat yang ingin memiliki properti terutama rumah tapak.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 24 September 2020  |  22:24 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan di Jonggo, Jawa Barat. - Bisnis.com
Ilustrasi pembangunan perumahan di Jonggo, Jawa Barat. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk meningkatkan penjualan properti, kalangan perbankan berupaya memangkas tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan menawarkan promo menarik.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan pihaknya selalu menyesuaikan dengan harga di market dan juga melihat cost of fund.

"Sejauh ini bunga KPR sudah turun beberapa kali. Tergantung jenis skema KPR yang diambil oleh nasabah," ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (24/9/2020). 

Meski masih terjadi pandemi, perbankan tetap aktif menyalurkan kredit. Permintaan masih datang dari nasabah lama maupun baru. Adapun segmen rumah yang diminati dan kuat saat ini yakni rumah di atas harga Rp1 miliar.

"Kami melakukan analisis kredit lebih ketat untuk memastikan kemampuan nasabah dalam membayar," tutur Lani.

Bank CIMB Niaga menawarkan bunga KPR sebesar 6 persen tetap selama 3 tahun. Namun, tawaran bunga ini juga diberikan terbatas hanya hingga akhir tahun ini. Suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR CIMB Niaga tercatat sebesar 9,5 persen.

Sementara itu, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menururkan BCA menghadirkan inovasi bagi nasabah melalui gelaran KPR BCA OnlineExpo yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di tengah situasi pandemi Covid-19.

KPR BCA OnlineExpor merupakan gelaran yang mempertemukan nasabah dan masyarakat umum dengan lebih dari 200 perumahan dan apartemen serta agen properti secara online.

Mengangkat tema Feel the New Experience, KPR BCA OnlineExpo diharapkan dapat mengisi kerinduan dan memenuhi kebutuhan nasabah di tengah pandemi, khususnya bagi yang ingin memiliki hunian baru.

"Melalui KPR BCA, nasabah akan mendapatkan suku bunga spesial sebesar 5,88% selama fix 3 tahun," kata Hera. Berdasarkan laman resmi BCA, SBDK KPR BCA sebesar 9,4 persen.

Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan saat ini suku bunga KPR subsidi di BTN sudah fixed di angka 5 persen, sedangkan SBDK BTN 10,5 persen.

"Kalau saat ini mayoritas yang tumbuh kan KPR subsidi rimana suku bunganya sudah fixed 5%," ucapnya.

Nixon menambahkan bunga KPR di BTN polanya adalah fixed rate. Hal itu karena lebih disukai konsumen dan  suku bunga yang floating cenderung tidak laku. BTN juga tengah menawarkan program KPR dengan suku bunga kredit tetap alias fixed sebesar 10 persen selama 3 tahun.

Lewat fitur terbarunya, Bank BTN mengeluarkan Graduated Payment Mortgage (GPM). KPR ini merupakan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Berdasarkan dari data yang dihimpun Bisnis, saat ini di BTN suku bunga KPR subsidi sebesar 5,00 persen fixed sepanjang jangka waktu kredit, lalu suku bunga promosi untuk fixed 2 tahun sebesar 8,88 persen yang berlaku plafon Rp250 juta hingga Rp1,5 miliar, fixed 3 tahun 8,88 persen untuk payroll/kolektif ASN/BUMN/TNI-Polri, dan fixed 2 tahun sebesar 9,49 persen yang berlaku kredit di bawah Rp250 juta.

Selain itu juga ada suku bunga Counter sebesar 10 persen dengan fixed 10 persen yang berlaku untuk non-fixed inxome, fixed income dengan maksimal kredit lebih Rp1 miliar, dan yang tidak memenuhi syarat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top