Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Apartemen di Surabaya Fokus Jual Unit Stok

Kalangan pengembang apartemen di Suravbaya saat ini fokus untuk menjual unit-unit yng telah tersedia dan menunda pelaksanaan konstruksi untuk proyek-proyek baru.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 23 September 2020  |  17:15 WIB
Ilustrasi apartemen di Surabaya. - Istimewa
Ilustrasi apartemen di Surabaya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan pengembang apartemen tidak memunculkan proyek baru di Surabaya, Jawa Timur, sejak kuartal II tahun ini dan fokus menyelesaikan proyek saat ini dan menjual unit yang tersedia, menurut penelitian Colliers International Indonesia.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, mengatakan keadaan ini diperparah dengan pandemi yang menghambat semua kegiatan usaha.

Banyak galeri pemasaran ditutup karena pandemi, dan aktivitas konstruksi terhenti, karena pembatasan perjalanan membatasi kemampuan pekerja untuk kembali ke tempat kerja, meskipun situs telah disetujui untuk memulai kembali pekerjaan.

“Kami perkirakan hanya 1.961 unit selesai tahun ini, sisanya tertunda setidaknya hingga 2021. Proyek yang ditargetkan selesai pada 2021 dan 2022 kemungkinan juga tertunda hingga tahun-tahun berikutnya, tergantung pada situasi pasar,” paparnya.

Pasokan Kumulatif Apartemen

Colliers menyebutkan tingkat penyerapan keseluruhan tumbuh 2 persen untuk perbandingan per semester (h-o-h) atau 3,7 persen y-o-y, menjadi 85,6 persen pada semester ini

Volume penjualan semester ini memang terlihat meningkat, namun pertumbuhan penjualan hanya terjadi sebelum Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) diberlakukan.

Setelah PSBB diberlakukan, kondisi berubah mirip dengan Jakarta, dengan hampir tidak ada transaksi yang dilaporkan oleh tenaga penjual internal dan agen eksternal. Jumlah pertanyaan unit apartemen menurun drastis, karena akses kontak langsung menjadi terbatas.

Secara umum, pengembang menggunakan strategi pemasaran yang sama seperti di Jakarta dalam mempromosikan produknya.

Dalam kondisi normal, mereka lebih fokus pada penggunaan channel offline, seperti membuka galeri pemasaran dengan show unit, membuat gathering, dan berpartisipasi dalam kegiatan offline.

Selama pandemi, sebagian besar pengembang mulai mengalihkan fokus mereka ke penggunaan saluran online seperti Instagram dan, sekali lagi, mereka menggunakan strategi yang sama dengan yang digunakan untuk proyek di Jakarta.

Konten yang dibagikan umumnya terstandarisasi, dan mencakup penjelasan prosedur dan protokol selama PSBB, jam buka galeri pemasaran, dan pengumuman acara online, satu-satunya perbedaan adalah banyak proyek di Surabaya fokus pada promosi metode pembayaran yang menarik, yang bukan merupakan kasus di Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top