Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jual Tol, lalu Bangun Baru ala Hutama Karya di Trans-Sumatra

Hutama Karya menyiapkan sejumlah langkah alternatif pendanaan guna melanjutkan pembangunan tol Sumatra.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 23 September 2020  |  19:30 WIB
Sebanyak 24 ruas jalan tol Trans-Sumatra akan dibangun oleh PT Hutama Karya yang dseluruhnya ditargetkan rampung pada 2024. - Sumber/PT Hutama Karya
Sebanyak 24 ruas jalan tol Trans-Sumatra akan dibangun oleh PT Hutama Karya yang dseluruhnya ditargetkan rampung pada 2024. - Sumber/PT Hutama Karya

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah ruas tol yang saat ini dikuasai PT Hutama Karya (Persero) berpeluang untuk dilakukan divestasi yang hasilnya akan digunakan sebagai pendanaan proyek jalan tol Trans Sumatra.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan ruas tol yang bakal dilakukan divestasi saat ini masih dikaji, dan termasuk kemungkinan divestasi itu pada ruas jalan tol Trans Sumatra yang sudah beroperasi.

"Tidak menutup kemungkinan untuk kami lakukan divestasi di ruas Jalan Tol Trans-Sumatra, prosesnya saat ini kami masih menghitung cost and benefit dari keputusan divestasi ini," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (23/9/2020).

Sebelum aksi divestasi ini diambil keputusannya oleh perseroan, Hutama Karya masih dalam tahapan melakukan kajian komprehensif.

Sebelumnya, Hutama Karya menyiapkan sejumlah langkah alternatif pendanaan guna melanjutkan pembangunan tol Sumatra.

Direktur Keuangan HK Hilda Savitri menjelaskan bahwa di antara langkah yang diambil yaitu sekuritisasi aset perseroan sebagai jaminan untuk mendapatkan pendanaan.

"Di antara upaya kami, misalnya, sekuritisasi aset di tol JORR-S dan juga akses tol Priok, lalu viability gap fund, penerbitan global medium term notes, dan fasilitas cash deficiency support," ujarnya baru-baru ini.

Saat ini, perseroan sudah mendapatkan persetujuan penerbitan global bond senilai US$1,5 miliar dan yang telah issued nilainya US$600 juta. Dengan begitu Hutama Karya masih memiliki kuota pinjaman yang dapat digunakan ketika dibutuhkan.

Sementara itu, sampai akhir 2019, perseroan telah mendapatkan PMN Rp16,1 triliun, sedangkan tahun ini nilai PMN yang didapatkan mencapai Rp11 triliun. Seluruh dana ini diperuntukkan bagi penyelesaian proyek tol Sumatra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top