Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Revisi Lagi, Sri Mulyani Bilang Pertumbuhan Ekonomi 2020 Bisa Minus 1,7 Persen

Angka ini direvisi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang disampaikan Bendahara Negara itu pada Agustus lalu, sebesesar minus 1,1 hingga 0,2 persen.
Edi Suwiknyo dan Jaffry Prabu Prakoso
Edi Suwiknyo dan Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 September 2020  |  11:13 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 sebesar minus 1,7 persen hingga 0,6 persen tahun ini.

"Sumbangan terbesar dari investasi, konsumsi dan ekspor kita," ujar Sri Mulyani, Selasa (22/9/2020).

Angka ini direvisi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang disampaikan Bendahara Negara itu pada Agustus lalu.

Saat itu, Sri Mulyani menuturkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran -1,1 persen hingga porsitif 0,2 persen.

Awalnya, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2020 akan berada pada kisaran -0,4 persen hingga 2,3 persen.

Adapun proyeksi pertumbuhan pada kuartal III/2020, Sri Mulyani belum dapat memaparkan angkanya. Tahun depan, dia menuturkan pemerintah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,5 persen - 5,5 persen dengan titik tengah 5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top