Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Proyeksi PLN Soal Kebutuhan Batu Bara PLTU Pasca-Covid

Dalam skenario moderat pasca-Covid PLN, kebutuhan batu bara PLTU tahun depan diperkirakan hanya akan mencapai 98,01 juta ton dari perkiraan semula 120,53 juta ton dan pada 2022 hanya mencapai 103,72 juta ton dari perkiraan semula 128,54 juta ton.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 16 September 2020  |  17:32 WIB
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA--PT PLN (Persero) merevisi proyeksi kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam 10 tahun mendatang.

Kepala Divisi Batubara PLN Harlen memaparkan, pandemi Covid-19 telah berdampak pada melambatnya pertumbuhan konsumsi listrik yang akibatnya membuat pemakaian batu bara menjadi berkurang.

"Dampak Covid dengan pertumbuhan saat ini terjadi perubahan signifikan [kebutuhan batu bara] turun dari 109 juta ton ke 95,6 juta ton di 2020. Kemudian di 2021 baru 98,01 juta ton. Pemakaian batu bara kami ter-delay 2 tahun. Jadi 97,72 ton menjadi 98 juta ton mestinya tercapai di 2019, sekarang baru sama di 2021," ujarnya, Harlen dalam acara The 5th Save Indonesian Coal 2020 Perhapi, Selasa (15/9/2020).

Dalam skenario moderat pasca-Covid PLN, kebutuhan batu bara PLTU tahun depan diperkirakan hanya akan mencapai 98,01 juta ton dari perkiraan semula 120,53 juta ton dan pada 2022 hanya mencapai 103,72 juta ton dari perkiraan semula 128,54 juta ton.

Kemudian pada 2023, proyeksi kebutuhan batu bara terkoreksi dari 135,13 juta ton menjadi 109,57 juta ton dan terkoreksi dari 136,77 juta ton menjadi 116,44 juta ton pada 2024.

Kebutuhan batu bara untuk PLTU milik PLN diperkirakan mulai terjadi trend kenaikan dari 2025 hingga 2029. Proyeksinya, yakni 121,98 juta ton pada 2025; 128,30 juta ton pada 2026; 134,88 juta ton pada 2027; 141,42 juta ton pada 2028; dan 147,32 juta ton pada 2029.

Berikut proyeksi kebutuhan batu bara PLTU PLN dan IPP 2020-2029 skenario pasca-Covid:

Proyeksi Kebutuhan Batu Bara PLN (2020-2029)
TahunSebelum Covid-19Setelah Covid-19
2020108,87 juta ton95,60 juta ton
2021120,53 juta ton98,01 juta ton
2022128,54 juta ton103,72 juta ton 
2023135,13 juta ton109,57 juta ton
2024136,77 juta ton116,44 juta ton
2025125,69 juta ton121,98 juta ton
2026132,78 juta ton128,30 juta ton
2027143,82 juta ton134,88 juta ton
2028152,62 juta ton141,42 juta ton
2029-147,32 juta ton

Sumber: PT PLN Persero

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN batu bara
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top