Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Rumah Baru di Singapura Terus Naik 4 Bulan Beruntun

Bisnis properti di Singapura terus membaik terutama untuk subsektor perumahan. Perkembangan bisnis residensial untuk unit-unit baru di negeri jiran tersebut terus meningkat selama 4 bulan berturut-turut.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 15 September 2020  |  17:54 WIB
Residensial di Singapura. - Bloomberg
Residensial di Singapura. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Melawan resesi terburuk di Singapura dan bulan Hantu Lapar, penjualan rumah baru di Singapura terus meningkat selama 4 bulan berturut-turut, mencapai level tertinggi sejak September 2019.

Pengembang pada Agustus menjual 1.256 rumah nonpemerintah, naik 16,3 persen dari 1.080 unit pada Juli, menurut angka yang dirilis oleh Urban Redevelopment Authority (URA) pada Selasa (15/9/2020). Untuk penjualan year-on-year, penjualan naik 11,8 persen dari 1.123 unit pada Agustus 2019.

Angka tersebut tidak termasuk unit kondominium eksekutif yang merupakan hibrida perumahan publik-swasta.

Lebih banyak unit baru diluncurkan - terutama dari Forett di Bukit Timah, menjelang Festival Hantu Lapar, yang dimulai pada 19 Agustus.

Bulan Hantu Lapar adalah kepercayaan dalam masyarakat China bahwa dalam waktu satu bulan ini, pintu alam baka terbuka dan hantu-hantu di dalamnya dapat bersuka ria berpesiar ke alam manusia.

Ada 1.582 rumah pribadi yang diluncurkan pada Agustus, naik 82 persen dari 869 unit pada Juli, dan hampir 56 persen persen lebih tinggi dari 1.015 unit tahun lalu.

Alih-alih melambat selama bulan Hantu Lapar yang biasanya sepi, penjualan rumah baru tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan setelah periode pemutus sirkuit berakhir pada 1 Juni.

Lockdown akibat pandemi Covid-19 selama 2 bulan telah meningkatkan penjualan dan peluncuran pada April dan Mei yang diprediksi mendatar.

Termasuk unit kondominium eksekutif, 1.307 rumah baru diambil bulan lalu, naik 14,4 persen dari Juli, dan sekitar 12 persen lebih tinggi dari 1.168 tahun lalu, demikian data URA menunjukkan.

Penjualan baru didorong terutama oleh Forett di Bukit Timah, Treasure di Tampines, Parc Clematis, The Garden Residences, The Woodleigh Residences, Jadescape, dan Whistler Grand.

Ms Christine Sun, kepala penelitian dan konsultasi di OrangeTee & Tie, mencatat bahwa penjualan bulan lalu adalah kinerja Agustus terbaik dalam 8 tahun.

Contoh kasus, 325 rumah baru dijual pada Agustus 2008 di tengah krisis keuangan global. Setelah langkah-langkah pendinginan baru diterapkan, 756 unit terjual pada Agustus 2013, dan 617 unit pada Agustus 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti singapura

Sumber : The Straits Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top