Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bulan Hantu Lapar, Penjualan Rumah Baru di Singapura Malah Melesat

Kondisi tak lazim terjadi pada pasar perumahan baru di Singapura yang melesat ke level tertinggi dalam 11 bulan di tengah kondisi bulan Hantu Lapar dan tekanan pandemi Covid-19.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 10 September 2020  |  23:15 WIB
Wajah properti Singapura. - Reuters
Wajah properti Singapura. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA –  Penjualan rumah baru di Singapura melesat ke level tertinggi dalam 11 bulan pada Agustus, menjual 1.227 unit, tidak termasuk kondominium eksekutif. Penjualan rumah naik 13,6 persen y-o-y dan 9,3 persen m-o-m.

Peningkatan penjualan itu dianggap "bertentangan dengan gravitasi di tengah kondisi yang tertekan pandemi Covid-19, bulan Hantu Lapar, tingkat pengangguran yang meningkat, dan langkah-langkah pendinginan".

Jumlah penjualan itu juga mengejutkan banyak orang, karena prospek yang memburuk, tetapi, proyek Forett yang baru diluncurkan di Bukit Timah, telah terjual 212 unit per 31 Agustus dan merupakan peluncuran perumahan swasta pertama sejak masa pandemi.

Berdasarkan data Urban Redevelopment Authority (URA) Realis, penjualan rumah baru bulan lalu merupakan yang tertinggi sejak 1.270 unit yang didaftarkan pada September 2019, kata Christine Sun, Kepala Riset dan Konsultasi di OrangeTee & Tie. Termasuk kondominium eksekutif, penjualan rumah baru mencapai 1.276 unit pada Agustus.

“Didukung oleh permintaan yang terpendam, kami telah mengantisipasi bahwa penjualan rumah baru pada Agustus bisa menyamai 1.080 unit yang terjual pada Juli, atau mungkin hanya sedikit moderat, mengingat aktivitas pasar biasanya lebih lambat selama bulan Hantu Lapar (yang dimulai pada 19 Agustus),” kata Wong Siew Ying, Kepala Riset dan Konten di PropNex pada Kamis (10/9/2020).

Bulan Hantu Lapar adalah kepercayaan dalam masyarakat China bahwa dalam waktu satu bulan ini, pintu alam baka terbuka dan hantu-hantu di dalamnya dapat bersuka ria berpesiar ke alam manusia.

Christine Sun mencatat bahwa penjualan rumah baru pada Agustus itu "menentang gravitasi di tengah pandemi Covid-19, bulan Hantu Lapar, tingkat pengangguran yang meningkat dan langkah-langkah pendinginan".

Sementara itu, Sun mengamati bahwa permintaan domestik mendorong penjualan rumah baru bulan lalu karena warga Singapura menyumbang 84,7 persen dari total pembelian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti singapura

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top