Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lendlease Pacu Transformasi Digital Properti & Konstruksi

Lendlease akan mendirikan pusat pengembangan produk senilai Sin$40 juta di Singapura. Investasi tersebut dimaksudkan untuk mempercepat transformasi digital di sektor properti dan konstruksi.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 10 September 2020  |  23:11 WIB
Ilustrasi proses konstruksi properti di Singapura./Bloomberg - Sanjit Das
Ilustrasi proses konstruksi properti di Singapura./Bloomberg - Sanjit Das

Bisnis.com, JAKARTA – Grup properti International Lendlease pada Kamis (10/9/2020) mengatakan akan mendirikan pusat pengembangan produk senilai Sin$40 juta di Singapura untuk mempercepat transformasi digital di sektor properti dan konstruksi.

Lendlease yang berbasis di Australia mengatakan akan mempekerjakan 50 pengembang aplikasi perangkat lunak pada tahun pertama dan akan terus memperluas tim dalam beberapa tahun mendatang.

Mereka menambahkan akan mencari "talenta teknologi lokal terbaik" di Singapura, di mana setidaknya satu dari lima akan menjadi "calon lulusan".

Pusat pengembangan produk itu, yang didirikan dengan dukungan dari Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB), dijadwalkan dibuka pada Oktober 2020.

Dawn Lim, Wakil Presiden dan Kepala Layanan Komersial dan Profesional di EDB, mengatakan dewan hukum berharap dapat bekerja sama dengan Lendlease dan perusahaan lain yang berpikiran sama untuk lebih mendorong transformasi dan produktivitas dalam industri lingkungan binaan.

Pusat ini akan memperkenalkan produk dan layanan digital yang memanfaatkan platform siklus hidup properti digital yang baru-baru ini diluncurkan perusahaan, Lendlease Podium.

Lendlease mengatakan "investasi signifikan" yang dilakukan menunjukkan komitmen perusahaan tersebut untuk mengembangkan bisnis digitalnya.

Richard Kuppusamy, Kepala Integrasi Digital Lendlease, mengatakan Lendlease Podium akan memanfaatkan wawasan berbasis data untuk menciptakan gedung dan meningkatkan efisiensi operasional serta keberlanjutan.

"Bayangkan sebuah bangunan yang meningkatkan pengalaman Anda dengan menyesuaikan dengan preferensi Anda, yang menenangkan, menghibur, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi konsumsi energi dengan intervensi manusia yang minimal. Inilah yang kami sebut sebagai gedung otonom," kata Kuppusamy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti singapura

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top