Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebutuhan DMO Batu Bara 2020 Diproyeksi Hanya 80 Persen dari Target

Sampai dengan Desember 2020, serapan DMO batu bara diproyeksikan hanya mencapai 125 juta ton.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 15 September 2020  |  15:44 WIB
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merevisi proyeksi serapan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation hingga akhir tahun hanya akan mencapai 80,64 persen dari target tahun ini.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa sampai dengan Desember 2020, serapan DMO batu bara diproyeksikan hanya mencapai 125 juta ton dari target semula yang dipatok sebesar 155 juta ton. 

Sebelumnya, Kementerian ESDM sempat memperkirakan serapan DMO dapat mencapai 141 juta ton hingga akhir tahun ini.  

"Pandemi Covid-19 berpengaruh negatif terhadap penggunaan batu bara untuk kepentingan dalam negeri," ujarnya dalam acara The 5th Save Indonesian Coal 2020 Perhapi, Senin (14/9/2020).

Menurunnya penggunaan batu bara dalam negeri tersebut, kata Arifin, terutama disebabkan oleh berkurangnya konsumsi batu bara oleh PT PLN (Persero) dari semula direncanakan sebesar 109 juta ton menjadi 95,6 juta ton sampai dengan Desember 2020.

"Hal yang sama juga dialami oleh industri dalam negeri lainnya, seperti semen, tekstil, dan kertas. Sementara itu, penggunaan batu bara untuk industri pengolahan mineral relatif meningkat," katanya.

Hingga Juli 2020, realisasi serapan DMO telah mencapai 73 juta ton atau 47 persen dari target sepanjang tahun ini.

Kebutuhan batu bara untuk kepentingan dalam negeri yang paling besar adalah untuk pembangkit listrik PLN, yakni mencapai 70 persen dari total kebutuhan batu bara dalam negeri. Sisanya, dibutuhkan untuk industri pengolahan dan pemurnian sekitar 11 persen, semen 10 persen, kertas 4 persen, tekstil 4 persen, dan pupuk 1 persen.

Sebelumnya, pada akhir Juni 2020, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko memproyeksikan serapan DMO hanya mencapai 141 juta ton dari target semula yang dipatok sebesar 155 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top