Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Bertahan Pengusaha Kawat Baja : Diferensiasi Produk hingga Fokus Ekspor

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hingga separuh tahun lebih membuat banyak industriawan kelimpungan dan semakin inovatif dalam mempertahan usahanya.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 15 September 2020  |  16:50 WIB
Petugas kepolisian memasang barikade kawat berduri di depan kantor Bawaslu, di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Petugas kepolisian memasang barikade kawat berduri di depan kantor Bawaslu, di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hingga separuh tahun lebih membuat banyak industriawan kelimpungan dan semakin inovatif dalam mempertahan usahanya.

Wakil Ketua Gabungan Industri Produk Kawat Baja Indonesia (Gipkabi) Sindu Prawira mengatakan kuartal IV/2020 nantinya benar-benar akan menjadi tumpuan untuk memaksimalkan kinerja sebagai pengganti dari pelemahan sejak Maret 2020 lalu. Menurutnya pelaku usaha hingga saat ini telah menggencarkan berbagai strategi.

"Kami jadinya mengoptimalkan pasar ekspor karena banyak negara yang mulai mengalami perbaikan permintaan, bahkan berbagai produk diferensiasi dari kawat baja mulai ditekuni untuk diekspor, seperti produk pertanian agar tetap bertahan," katanya kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).

Sindu mengemukakan produk kawat juga diekspor mengingat permintaan produk paku untuk palet atau peti meningkat. Meski demikian, belum semua produk permintaannya pulih.

Menurut Sindu, saat ini kegiatan ekspor sudah mampu meningkat hingga 10 persen. Dia pun berharap pada kuartal IV/2020 mendatang akan ada peningkatan sekitar 10-20 persen.

"Namun, adanya kebijakan PSBB total di Jakarta lagi ini kami jadi bingung karena tentu akan ada hambatan misalnya dari sisi logistik," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri baja kawat berduri
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top