Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Besok KRL Padat, KCI Minta Penumpang Antisipasi dari Sekarang

Data PT KCI menunjukkan awal pekan selalu menjadi hari dengan jumlah pengguna KRL terbanyak dibandingkan hari-hari lainnya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 September 2020  |  16:57 WIB
Ilustrasi-Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Ilustrasi-Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) kembali mengimbau agar masyarakat sudah kembali ke wilayah kerjanya sejak Minggu (6/9/2020). Pasalnya, pengguna kereta rel listrik (KRL) diprediksi makin tinggi pada Senin (7/9).

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menuturkan setiap awal pekan selalu tercatat sebagai hari dengan jumlah pengguna KRL yang paling banyak dibanding hari-hari lainnya.

"Guna menghindari antrean di stasiun pada awal minggu, PT KCI mengimbau para pengguna untuk kembali ke Jakarta ataupun lokasi wilayah aktivitas kerjanya dengan memanfaatkan kondisi KRL yang lebih lengang pada hari Minggu di akhir pekan ini," ujarnya, Minggu (6/9).

Sejak masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah KRL tertinggi tercatat terjadi pada Senin (31/8), dengan 420.423 pengguna. Hingga saat ini, rata-rata jumlah pengguna KRL mencapai 380.000-400.000 pengguna tiap harinya.

PT KCI memprediksi jumlah pengguna KRL pada Senin (7/9), tidak jauh berbeda dengan pekan lalu. Walaupun demikian, PT KCI tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan melakukan penyekatan di stasiun.

Protokol tersebut yakni pembatasan pengguna hingga maksimal 74 orang per kereta, pengecekan suhu tubuh, wajib memakai masker, memanfaatkan fasilitas mencuci tangan yang tersedia di seluruh stasiun, serta selalu menjaga jarak.

"Hari ini, KRL tetap beroperasi normal hingga kereta-kereta dengan jadwal pemberangkatan terakhir sekitar pukul 21.00 WIB. PT KCI juga tetap mengoperasikan 975 perjalanan KRL per harinya," sambung Anne.

Sementara itu, di hari kerja dengan jumlah perjalanan KRL yang sama, persebaran pengguna masih terfokus pada pukul 05.00-08.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Di luar waktu-waktu tersebut, KRL lebih lengang dan tidak ada antrean penyekatan pengguna. Para pengguna jasa dapat memanfaatkan akhir pekan ini maupun waktu-waktu tersebut untuk naik KRL dengan lebih nyaman.

Pengguna bisa mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access. Pengguna juga diimbau untuk mempersiapkan KMT, kartu uang elektronik bank, atau tiket kode QR dengan saldo yang cukup sehingga saat tiba di stasiun tidak perlu lagi mengantre.

PT KCI berharap agar para pengguna jasa dapat mematuhi marka di stasiun maupun di dalam KRL serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Selalu menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) demi menekan penyebaran Covid-19.

Gunakan masker yang terdiri dari setidaknya dua lapisan agar dapat lebih menghambat penyebaran droplet.

"PT KCI juga mengingatkan pengguna agar bersiap memasuki musim penghujan dan membawa perlengkapan tambahan saat hendak keluar rumah, antara lain jas hujan atau payung, dan gunakan sepatu yang tidak licin. Ingat juga untuk memeriksa prakiraan cuaca harian sebelum beraktivitas," papar Anne.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl pt kai commuter line Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top