Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenaikan Tarif Jalan Tol secara Berkala Tarik Minat Investor

Kalau tidak ada kenaikan tarif jalan tol, kondisi ini akan membingungkan bagi para pemodal karena harus memikirkan bagaimana mengembalikan modal usaha mereka.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 03 September 2020  |  19:33 WIB
Pengendara yang pulang mudik memadati ruas jalan tol Cipularang di KM 100 Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (1/7). - JIBI/Dedi Gunawan
Pengendara yang pulang mudik memadati ruas jalan tol Cipularang di KM 100 Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (1/7). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan tarif tol yang rutin dilakukan tiap 2 tahun sekali dinilai bakal menarik minat investor untuk masuk ke bisnis jalan bebas hambatan di Tanah Air.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno menjelaskan bahwa kenaikan tarif tol memang harus dilakukan karena telah diatur dalam Undang-Undang tentang Jalan.

"Dalam UU Jalan kan ditetapkan setiap 2 tahun sekali harus naik, tapi tentunya setelah memenuhi syarat-syarat pelayanan minimal [SPM]. Kalau naik tujuannya juga menarik minat investor," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (3/9/2020).

Menurut Djoko, kalau tidak ada kenaikan tarif tol, kondisi ini akan membingungkan bagi para pemodal karena harus memikirkan bagaimana mengembalikan modal usahanya setelah berinvestasi di proyek tol.

Kenaikan yang berlangsung selama ini, disebut sudah sesuai aturan karena operator tol juga diwajibkan memenuhi standar pelayanan minimal sebelum diizinkan melakukan penyesuaian berupa kenaikan tarif.

Sebelumnya, mulai 5 September 2020 Pukul 00.00 WIB, PT Jasa Marga Tbk. (Persero) akan memberlakukan penyesuaian tarif di ruas toll Cikampek—Purwakarta—Padalarang (Cipularang) dan ruas tol Padalarang—Cileunyi (Padaleunyi).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tarif tol
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top