Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Said Didu Cuit-Cuit Soal Mafia Utang, Stafsus Menkeu Turun Tangan

Mantan staf khusus menteri ESDM Muhammad Said Didu kembali menuai sorotan setelah menyinggung soal mafia utang di Twitter, Rabu (3/9/2020).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 03 September 2020  |  10:01 WIB
Said Didu. - Bisnis/Abdullah Azzam
Said Didu. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menanggapi cuitan dari mantan staf khusus menteri ESDM Muhammad Said Didu di Twitter yang menyinggung soal mafia utang.

"Perlu diwaspadai adanya mafia utang yang menjebak NKRI karena selain jumlah yang makin besar, juga bunga makin tinggi - bunga jauh lebih tinggi dari bunga utang negara lain," tulis Said dalam laman Twitter resminya, Rabu (3/9/2020).

Cuitannya menuai banyak komentar dari warganet. Tulisan Said juga dibalas oleh Staf Khusus Menteri Keuangan.

Yustinus mengungkapkan pernyataan Said tidak adil dan mengarah ke fitnah karena menuduh mafia utang dan mengatakan bahwa bunga utang semakin tinggi.

"Ditambahi: lebih tinggi dibanding bunga utang negara lain. Hebatnya: tanpa data dan fakta!," tegasnya dalam akun Twitter resminya, Kamis (3/9/2020).

Yustinus membeberkan data yield SBN 10 tahun dimana dibandingkan Afrika Selatan dan Brasil, Indonesia lebih rendah imbal hasilnya.

Selain itu, dia merekam data yang menunjukkan bahwa imbal hasil surat utang pemerintah turun, diikuti oleh penurunan kepemilikan asing dan alian modal masuk mulai masuk ke dalam negeri.

"Ada kepercayaan pasar dan pengelolaan kebijakan moneter dan fiskal yang hati-hati dan terukur," ujarnya.

Soal jumlah utang, Yustinus mengakui bahwa jumlahnya naik. Namun, semua terjaga di level aman.

Terakhir, dia mempersilahkan Said Didu membandingkan utang Indonesia dengan negara lain. Namun, parameternya - ukuran ekonomi, rating utang, suku bunga bank, tingkat inflasi dan lain-lain - harus sesuai.

Adapun, posisi utang pemerintah per Juni 2020 berada di angka Rp5.264,07 triliun. Jumlah utang ini naik tipis dari Mei 2020 yang sebesar Rp5.258 triliun.

Dari total utang tersebut, maka utang pemerintah mencapai berada di level 32,67 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Masih di bawah batas yang ditetapkan oleh undang-undang, 60 persen dari PDB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang surat utang negara Said Didu
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top