Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hipmi Sebut RAPBN 2021 Belum Menyasar Inti Masalah di Indonesia

Ada tiga masalah utama ekonomi yang harusnya menjadi fokus APBN.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 September 2020  |  21:31 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mengambil tema kebijakan fiskal rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2021 yakni percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Hipmi, Ajib Hamdani mengatakan bahwa APBN seharusnya fokus pada masalah mendasar pada ekonomi nasional. Dia melihat masalah tersebut belum bisa diselesaikan dengan optimal.

“Padahal sebenarnya kalau dikerucutkan, ada tiga masalah utama ekonomi yang harusnya di APBN fokus pada masalah ini,” katanya melalui diskusi virtual, Rabu (2/9/2020).

Ajib menjelaskan bahwa ketika APBN bisa mendesain alokasi sesuai dengan masalah yang ada, iklim investasi akan ke arah positif.

Pertama adalah persoalan kemiskinan. Menurutnya, di akhir 2019 persentase masyarakat tidak mampu sudah berada di satu digit atau 9,8 persen.

Itu cukup bagus. Akan tetapi adanya pandemi Covid-19 bisa kembali meningkatkan kemiskinan. Hipmi prediksi bisa naik 4 persen-7 persen.

Masalah kedua yaitu terkait pengangguran. Tahun lalu berkisar 5,8 persen. Ajib pun memprediksi naik di kala pandemi.

“Hipmi memperkirakan akan naik di angka 6 persen-10 persen. Karena kontraksi ekonomi kita berjalan agak panjang,” jelasnya.

Terakhir yaitu soal kesenjangan. Angka 0,38 diungkapkan Ajib masih kurang ideal. Alasannya pendapatan domestik bruto perkapita USD4.174.

“Artinya APBN 2021 kalau ingin menarik investor lokal atau asing, maka masalah ekonomi mendasar ini harus diselesaikan oleh infrastruktur APBN itu,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipmi RAPBN 2021
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top