Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cerita Chatib Basri tentang 'Zombie Companies'

Jika ekonomi hanya beroperasi 50 persen, maka banyak sektor di dalam negeri yang tidak bisa mencapai break even point.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  07:25 WIB
Mantan Wapres Boediono (tengah), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan mantan Menkeu Chatib Basri menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Tantangan Pengelolaan APBN Dari Masa ke Masa di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (30/11). - Antara/Widodo S. Jusuf
Mantan Wapres Boediono (tengah), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan mantan Menkeu Chatib Basri menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Tantangan Pengelolaan APBN Dari Masa ke Masa di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (30/11). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan menteri keuangan yang kini menjabat sebagai komisaris utama PT Bank Mandiri Tbk. menilai sektor korporasi di Tanah Air masih dapat bertahan sekalipun roda ekonomi beroperasi tidak maksimal.

Ekonom Chatib Basri mengungkapkan jika ekonomi hanya beroperasi 50 persen, maka banyak sektor di dalam negeri yang tidak bisa mencapai break even point.

Kendati demikian, dia melihat perusahaan masih bisa tetap bertahan selama mereka masih bisa membayar biaya variable seperti gaji dan lainnya.

"Tapi tak untung. Perusahaan bisa jadi zombie companies," ungkap Chatib dalam akun Twitter resmi miliknya, Minggu (30/8/2020).

Menurutnya ada empat hal yang membuat ekonomi dalam negeri tidak dapat berjalan maksimal. Pertama, daya beli yang lemah. Kedua, perilaku kelas menengah atas yang berhati-hati karena kesehatan.

Ketiga, perubahan perilaku atau belanja online dan sebagainya. Terakhir, protokol kesehatan membuat ekonomi tidak bisa beroperasi 100 persen.

"Akibatnya skala ekonomi tak tercapai," tulis Chatib.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chatib basri ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top