Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Pengadaan Alkes Diproyeksi Turun

Merujuk data Kementerian Keuangan, anggaran dalam APBN 2019 untuk pengadaan alat-alat kesehatan di rumah sakit-rumah sakit pemerintah sekitar Rp9 triliun.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  15:26 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri alat kesehatan memproyeksi dengan adanya pandemi Covid-19 pengadaan alat kesehatan (alkes) akan lebih rendah dari tahun-tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) Randy H. Teguh mengatakan, jika merujuk data Kementerian Keuangan, anggaran dalam APBN 2019 untuk pengadaan alat-alat kesehatan di rumah sakit-rumah sakit pemerintah sekitar Rp9 triliun. Pada tahun ini anggaran tersebut meningkat menjadi Rp18 triliun karena pandemi Covid-19.

Sementara menurut Randy, jika digabungkan dengan anggaran APBD, BUMN, dan swasta total belanja alat-alat kesehatan di Indonesia rerata berkisar Rp50 triliun pertahun.

"Kondisi saat ini membuat banyak rumah sakit berfokus pada pengadaan alkes untuk Covid-19 saja, tindakan operasi yang dimungkinkan pun hanya yang mendesak dan penting. Jadi kemungkinan tahun ini transaksi alkes hanya setengah dari kondisi normal," katanya kepada Bisnis, Minggu (30/8/2020).

Randy mengemukakan hal itu juga tergambar dari permintaan di marketplace Alkespintar.id milik Gakeslab yang baru dirilis sekitar dua bulan ini. Tetapi, dia mengaku belum dapat membuka detail nilai transaksi yang ada.

Kendati masih banyak tantangan dalam hal pengadaan alkes melalui Alkespintar.id, pihaknya memastikan akan terus mendukung kemudahaan para tenaga kesehatan (nakes) untuk mendapat alkes dengan mudah, cepat, dan transparan.

"Sekarang klinik gigi banyak yang tutup, pengadaan alkes masih berfokus pada Covid-19. APD misalnya yang diklaim melimpah ternyata banyak nakes yang masih kesulitan mendapatkan sehingga harapannya Alkespintar.id ini dapat menjadi solusi," ujar Randy.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan saat ini tentu tidak sebanding dengan jumlah pasien yang ada pada kondisi normal dan dari berbagai macam penyakit.

Randy menambahkan hingga saat ini melalui Alkespintar.id sudah ada sekitar 200 perusahaan yang memasukkan hingga 1.000-an produknya. Produk itu tidak hanya dari impor tetapi juga produksi dalam negeri yang tentu sudah sesuai standarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kesehatan covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top