Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Opsi Divestasi Saka Energi Tak Hanya ke Pertamina, lantas?

Divestasi kepemilikan pada Blok Pangkah yang dikelola oleh Saka Energi sebesar 100 persen turut menjadi langkah untuk membenahi kinerja keuangan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  14:37 WIB
Fasilitas CPP milik Saka Energy. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas CPP milik Saka Energy. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menyebutkan terdapat sejumlah opsi pada rencana pelepasan anak usahanya yakni PT Saka Energi Indonesia.

Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengatakan hingga kini perbincangan antara perseroan dan PT Pertamina (Persero) terkait dengan divestasi Saka Energi masih berjalan dinamis.

"Sampai saat ini rencana divestasi tidak hanya ke Pertamina, tapi berkembang," katanya dalam paparan publik yang digelar pada Jumat (28/8/2020).

Dia menyebutkan bahwa terdapat opsi untuk memangkas portofolio pada Saka Energi untuk memulihkan kinerja keuangan.

Divestasi kepemilikan pada Blok Pangkah yang dikelola oleh Saka Energi sebesar 100 persen turut menjadi langkah untuk membenahi kinerja keuangan.

“Kami akan sharedown di beberapa blok kami untuk meningkatkan kinerja keuangan Saka Energi. Opsi berkembang sampai saat ini, kami sharedown di Blok Pangkah karena kepemilikan kami 100 persen. Mengenai nilai evaluasi, kami belum bisa menentukan," jelasnya.

Sementara itu, untuk merespons rendahnya harga minyak dunia, PGN telah meminta agar Saka Energi menerapkan efisiensi pada anggaran investasi dan operasi.

Arie menjelaskan bahwa pengeluaran biaya operasi Saka Energi telah dipangkas sebesar 20 persen—25 persen dan menganggarkan belanja modal hanya untuk proyek-proyek prioritas.

"Jadi, kalau ada yang bisa diundur tahun depan itu bisa dilakukan manajemen Saka, khususnya komitmen investasi yang sudah disepakati pemerintah khususnya pengembangan WK [wilayah kerja] kami minta renegoisasi dengan pemerintah, kontrak dengan vendor kami minta negosiasi ulang," ungkapnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

divestasi Saka Energi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top