Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saka Energi Bakal Pangkas Portofolio Migas Tak Produktif

PT Saka Energi Indonesia, anak usaha sektor hulu migas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN), wajib memperbaiki kinerja dengan memangkas portofolio yang tidak produktif.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  10:12 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — PT Saka Energi Indonesia, anak usaha sektor hulu migas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN), wajib memperbaiki kinerja dengan memangkas portofolio yang tidak produktif.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan program utama Saka Energi tahun ini adalah memangkas portofolio yang sudah tidak produktif sehingga mengurangi dampak negatif terhadap kinerja keseluruhan.

"Tujuannya adalah bagaimana meningkatkan kinerja portofolio aset yang dimiliki Saka," tuturnya, baru-baru ini.

Salah satu penguatan yang diwujudkan PGN adalah dengan mendukung perjanjian transaksi atau intra group loan dengan anak usaha Saka Energi Indonesia di luar Pangkah PSC, anak usaha di luar Muara Bakau PSC, dan anak usaha terkait Pangkah PSC senilai total US$1,4 miliar pada akhir Desember lalu.

Gigih mengaku pinjaman tersebut diberikan untuk melengkapi syarat administrasi, mengingat realisasi pinjaman sudah dilakukan terlebih dahulu.

Adapun belanja modal PGN untuk Saka Energi difokuskan pada pengembangan organik, terutama ekspansi lapangan migas di Blok Pangkah.

"Jadi, akan fokus ke sana dan melihat peluang-peluang melakukan [pengembangan] anorganik, yaitu dengan akuisisi aset.," katanya.

Di Blok Pangkah, Saka sedang mempersiapkan beroperasinya lapangan West Pangkah dan Sidayu. Selain itu, di blok migas tersebut Saka juga akan menersukan eksplorasi di Lapangan Tambakboyo.

Sementara itu, Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengatakan pihaknya menganggarkan belanja modal senilai US$700 juta. Hanya saja, pihaknya belum memastikan sumber pendanaannya.

"Kami akan seleksi dulu usulan-usulan investasi yang diajukan oleh anak perusahaan atau PGN. Kami belum pastikan sumber pendanaan dan akan kami cari sumber pendanaan paling murah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas PGN Saka Energi
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top