Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CORE Proyeksi Ekonomi Indonesia Terkontraksi 2 Persen pada Kuartal III

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diramalkan masih akan berada di zona negatif pada kuartal ketiga tahun ini.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  17:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diramalkan masih akan berada di zona negatif pada kuartal ketiga tahun ini.

Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Faisal memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa terkontraksi hingga minus 2 persen pada kuartal ketiga tahun ini.

“Kalau dari prediksi kami (PDB kuartal III) minus 2 persen, artinya kalau dari kuartal kedua yang minus 5,3 persen, berarti sudah lebih ringan tingkat kontraksinya,” ungkapnya dalam webinar dengan topik pembahasan resesi yang diadakan oleh Akurat.co pada Selasa (25/8/2020).

Secara teknis, ramalan tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi kemungkinan besar akan memasuki jurang resesi pada kuartal ketiga mendatang. Namun, ia menitikberatkan kontraksi ekonomi tersebut harus dilihat dari tren pemulihannya.  

“Yang perlu kita ketahui bahwa ketika resesi terjadi, ada tren yang memburuk dan membaik sehingga kita bisa membedakan kondisinya,” sambungnya

Berikutnya, Faisal mengajak masyarakat untuk memahami esensi dari pertumbuhan ekonomi sehingga jurang resesi tidak jatuh terlalu dalam pada kuartal keempat dan seterusnya.

Ia menitikberatkan kondisi perekonomian yang memburuk juga terjadi pada beberapa negara di seluruh dunia. Hanya beberapa negara seperti China dan Vietnam yang menurutnya mampu terlepas dari jurang resesi akibat dari aksi penanganan Covid-19 yang cepat dan tepat sejak awal penyebarannya.

Dengan demikian, Faisal menyarankan fokus utama dari program pemulihan ekonomi bisa diimplementasikan dengan lebih cepat. Pemerintah juga diajak untuk membuka diri sehingga solusi terbaik bisa diakomodasi.

“Contohnya, memastikan bansos tepat sasaran itu penting tapi tidak kalah penting distribusinya cepat. Apalagi masyarakat bawah, mereka tidak bisa menunggu lama-lama banyak yang bergantung pada pendapatan harian dan BLT,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi ekonomi resesi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top