Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menko Airlangga: Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Mencapai 25 Persen

Menko Perekonomia Airlangga Hartarto mengatakan penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional per Agustus telah mencapai 25 persen.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  13:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai 25 persen. Secara total, pemerintah mengalokasikan dana untuk mengembalikan geliat perekonomian di tengah pandemi Covid-19 sebesar Rp695 triliun.

“Dibanding dengan semester I kemarin 124,6 triliun, itu per Agustus sudah naik menjadi 173,98 triliun atau naik 18 persen,” kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Senin (24/8/2020).

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa percepatan realisasi anggaran harus terus didorong. Hal ini baik terkait program kementerian/lembaga maupun PEN.

“Dan kepada kementerian kami sudah sampaikan bahwa anggaran yang tidak terserap dialihkan kepada program yang mendukung produktivitas,” tambah Menko.

Adapun, program yang akan terus didorong utamanya terkait bantuan langsung tunai. Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan merilis bantuan presiden produktif untuk UMKM dan subsidi gaji di bawah Rp5 juta untuk karyawan swasta.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa percepatan penyerapan dana PEN sangat penting supaya proses pemulihan ekonomi agar bisa berjalan sesuai ekspektasi.

Di menjelaskan bahwa strategi percepatan belanja pemerintah dibagi dalam tiga pilar. Pilar pertama adalah akselerasi eksekusi program PEN.

Salah satu penekanan yang dilakukan pemerintah dalam pilar satu adalah mempercepat dan memperbaiki sasaran program existing yang telah memilikin alokasi DIPA.

Pilar kedua memperkuat konsumsi pemerintah yang salah satunya memperkuat belanja pegawai, belanja barang, dan relaksasi kebijakan pengadaan barang dan jasa.

Kemudian pilar ketiga, memperkuat konsumsi masyarakat salah satunya dengan mengakselerasi belanja bantuan sosial.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa percepatan realisasi anggaran pemerintah untuk pemulihan ekonomi menjadi salah satu kunci untuk selamat dari jurang resesi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top