Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Garuda Alami Kenaikan Penumpang, Mulai Buka Rute-Rute Barunya

Sejak 15 Agustus 2020, Garuda telah lebih banyak membuka destinasi di Indonesia dengan beragam rute baru seperti Surabaya - Lombok, Makassar – Balikpapan.
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia /Bisnis-Dedi Gunawann
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia /Bisnis-Dedi Gunawann

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengalami lonjakan penumpang selama periode libur panjang pekan ini dan mulai membuka rute-rute barunya secara bertahap.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan menyambut libur panjang akhir pekan sudah terdapat 9 penerbangan dengan tujuan Bali (DPS).

Sejak 15 Agustus 2020, Garuda telah lebih banyak membuka destinasi di Indonesia dengan beragam rute baru seperti Surabaya - Lombok, Makassar – Balikpapan.

Selanjutnya pada 16 Agustus, maskapai pelat merah tersebut melakukan penerbangan perdana untuk rute baru Yogyakarta - Banjarmasin - Balikpapan dengan nomor penerbangan GA469. Rute ini beroperasi sebanyak 4 kali seminggu.

Sementara itu pada 17 Agustus emiten berkode saham GIAA juga melakukan penerbangan perdana rute baru Makassar - Balikpapan - Berau yang bertujuan memperluas konektivitas. Penerbangan ini sebanyak 2 kali seminggu (senin dan rabu) dengan armada CRJ-1000.

Saat ini maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut juga memiliki 5 penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Jakarta dan Lombok dengan rute terbaru Rute Surabaya - Lombok yang menggunakan Armada Boeing 737-800.

“Data memang belum terkumpul kita tunggu sampai minggu ya. Namun memang naik selama liburan panjang ini. Banyak yang naik Garuda, salah satunya peningkatan kepercayaan masyarakat meningkat,” jelasnya, Jumat (21/8/2020).

Irfan pun menjelaskan saat ini kampanye terbang aman dan nyaman bersama dengan menitikberatkan kepada jaga jarak atau social distancing.

“Soal akhir tahun kami lihat aja, dinamikanya seperti apa. Harapannya jauh membaik,”

Sementara itu Corporate Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyampaikan belum bisa memberikan keterangan terkait dengan tingkat okupansi dan gambaran pada akhir tahun karena situasi dan kondisi berbeda yang dialami saat ini.

Danang menekankan upaya atau strategi yang kami lakukan yaitu mengembalikan kepercayaan penumpang untuk bisa lebih percaya diri dalam menggunakan moda transportasi udara. Salah satunya dengan kampanye "terbang itu aman" atau safe travel campaign yang dilakukan di bandar udara secara road show.

Dalam agenda ini, Danang menjelaskan dan mensosialisasikan bahwa terbang sesuai protokol kesehatan dan penerbangan aman. Selain itu bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat udara dalam situasi saat ini sesuai dengan ketentuan persyaratan perjalanan udara dengan menyediakan 83 jaringan rapid test covid-19 Lion Air Group di berbagai daerah.

“Sejumlah upaya itu untuk mendorong tren permintaan perjalanan udara dengan harga terjangkau,”jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper