Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aturan Segera Diteken, Korporasi Bisa Nikmati Diskon Pajak 50 Persen

Tambahan amunisi ini diharapkan akan meringankan cashflow perusahaan yang terdampak pandemi covid - 19 dan tentunya memdorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Aturan pelaksana relaksasi diskon PPh pasal 25 korporasi dari 30 persen menjadi 50 persen segera diterbitkan pemerintah dalam waktu dekat.

Pemerintah berharap aturan segera rilis bulan ini, supaya wajib pajak (WP) bisa menggunakan insentif pajak untuk masa pajak Juli 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mangatakan bahwa penerbitan peraturan menterinya sedang disiapkan dan telah masuk tahap harmonisasi. Kabar terakhir beleid masuk tahap penetapan dan pengundangan.

"Soal anggarannya, ini akan berasal dari insentif perpajakan yang penyerapannya tidak sebesar yang kita perkirakan," kata Sri Mulyani, Senin (10/8/2020).

Penambahan jumlah diskon PPh korporasi sebelumnya diungkapkan Sri Mulyani saat konferensi pers pekan lalu. Tambahan amunisi ini diharapkan akan meringankan cashflow perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 dan tentunya memdorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Total alokasi insentif perpajakan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai Rp120,6 triliun. Namun demikian, sampai 6 Agustus 2020 jumlah insentif yang digunakan masih Rp16,6 triliun atau 13,7 persen dari pagu anggaran. Untuk insentif penurunan PPh badan sendiri baru terealisasi Rp4,17 triliun.

"Jadi untuk diskon PPh pasal 25 badan sendiri alokasinya kita masih menggunakan alokasi insentif perpajakan yang jumlahnya lebih dari Rp120 triliun," tukasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper