Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inikah Calon Jalan Tol Kedua di Pulau Dewata? Panjangnya 95 Km

Pembangunan jalan tol yang akan menjadi ruas kedua di Bali setelah Bali Mandara adalah untuk pengembangan wilayah di Bali bagian barat.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  18:42 WIB
Tol Bali Mandara - Youtube
Tol Bali Mandara - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mendorong pembangunan jalan tol Gilimanuk—Mengwi, Bali dengan total panjang sekitar 95 kilometer yang diprakarsai swasta untuk mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Dewata.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa tujuan utama pembangunan jalan tol yang akan menjadi ruas kedua di Bali setelah tol Bali Mandara tersebut adalah untuk pengembangan wilayah di Bali bagian barat, utamanya peningkatan konektivitas dari Pelabuhan Gilimanuk hingga ke Metropolitan Sarbagita yang kerap mengalami kemacetan.

Tidak hanya untuk pengembangan wilayah di Bali, kata Basuki, pembangunan tol itu juga terkait dengan jalan tol Trans-Sumatra, lalu tol Trans-Jawa yang akan terhubung hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Progres pembangunan ruas terakhir Trans-Jawa sudah sampai Probolinggo Timur dan akan diteruskan hingga ke Banyuwangi. Kalau sudah tersambung, dari Jawa ke Bali ini akan ada alternatif jalur darat karena dengan adanya jalan tol akan lebih cepat, pengendara juga bisa menikmati pemandangan.

“Selain itu, kalau satu mobil satu keluarga bisa lebih murah daripada naik pesawat,” kata Basuki didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster saat meninjau ke lokasi rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk—Mengwi di Desa Sembung, Mengwi, Badung, Kamis (6/8/2020).

Basuki mengemukakan bahwa rencana pembangunan jalan tol ini merupakan prakarsa murni dari pihak swasta (unsollicited project) sehingga Kementerian PUPR sangat mendorong terlaksananya pembangunan jalan tol tersebut.

Saat ini tahapan rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk—Mengwi sudah memasuki tahapan studi kelayakan dan akan segera dievaluasi, selanjutnya akan dikeluarkan izin prakarsanya.

“Setelah itu baru penetapan lokasi oleh Gubernur Bali, lalu Oktober 2020, kami bisa tender dan Maret 2021 sudah bisa tanda tangan kontrak untuk memulai pekerjaan konstruksinya,” tuturnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan bahwa rencana pengembangan jalan tol tersebut merupakan kebutuhan untuk mengurai titik-titik kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam padat, di samping juga untuk mewujudkan akses yang cepat menuju Denpasar maupun arah sebaliknya dari Denpasar menuju Gilimanuk.

"Saat normal, waktu tempuh dari maupun menuju Gilimanuk mencapai 4 hingga 5 jam lebih. Jika ada saja kendaraan besar bermuatan berat berjalan pelan," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tol bali
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top