Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jika Ekonomi Ingin Membaik, Apa yang Mesti Dilakukan Pemerintah?

Pemulihan ekonomi kuartal III akan sangat bergantung pada stimulus pemerintah karena permodalan di dalam negeri tidak sekuat China.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  16:09 WIB
Pekerja melakukan aktifitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pekerja melakukan aktifitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah perlu mengerjakan banyak hal untuk mengejar performa ekonomi yang positif pada kuartal III setelah data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa ekonomi terkontraksi sebesar 5,32 persen pada kuartal II/2020.

Berbeda dengan China yang berhasil pulih pada kuartal II setelah berjibaku dengan Covid-19 sepanjang kuartal I, Indonesia menghadapi tantangan berupa kondisi produktivitas sektor riil dan kondisi penanganan ekonomi serta kesehatan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani berpendapat bahwa pemulihan ekonomi kuartal III akan sangat bergantung pada stimulus pemerintah karena permodalan di dalam negeri tidak sekuat China.

“Dari sisi kebijakan, stimulus kita sudah baik dan sudah tepat, tetapi tidak efektif untuk mendongkrak kinerja sektor riil karena pencairan atau distribusinya terhambat, khususnya kepada masyarakat yang kehilangan pendapatan dan pelaku usaha yang kekurangan modal usaha,” kata Shinta saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, pemulihan pada kuartal III akan sulit terwujud jika stimulus bagi masyarakat dan dunia usaha masih tersendat. Sampai akhir Juli lalu, realisasi anggaran penanganan Covid-19 yang mencakup jaminan sosial bagi masyarakat terdampak dan sektor usaha baru mencapai 20 persen dari total Rp695 triliun.

Di sisi lain, Shinta berujar bahwa reformasi kebijakan ekonomi, khususnya yang memengaruhi perbaikan iklim usaha dan investasi perlu terus dijalankan agar peningkatan kinerja sektor riil tak hanya bertumpu pada stimulus, tetapi juga dengan penanaman modal asing.

Menurutnya, hal inilah yang memicu pemulihan ekonomi China bisa solid pada kuartal II.

“Ini [reformasi kebijakan ekonomi] menjadi faktor penting yang membedakan Indonesia dan China dalam hal recovery karena foreign direct investment restrictiveness Indonesia lebih tinggi dari China,” lanjutnya.

Jika iklim usaha di dalam negeri tak dibenahi, katanya, pemulihan ekonomi pada kuartal III bakal mudah terganggu faktor eksternal dan bukan tak mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena aliran permodalan lebih rendah dibandingkan denagn kebutuhan sektor riil.

“Lapangan pekerjaan pun sulit atau lambat diciptakan kembali bagi pekerja-pekerja yang kehilangan pemasukan sepanjang pandemi. Jadi, realisasi stimulus dan perbaikan usaha harus berjalan bersamaan agar Indonesia bisa rebound secepat mungkin,” kata Shinta.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa pemerintah perlu membelanjakan setidaknya Rp800 triliun dalam satu kuartal untuk mencegah jatuhnya Indonesia ke jurang resesi.

Menurutnya, peningkatan daya beli tetap menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi nasional.

Dengan daya beli yang terjaga, ketimpangan pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama kuartal II 2020 dapat dikejar. Dengan demikian, ekonomi kuartal ketiga diharapkan dapat pulih dan berangsur membaik.

"Tren inilah yang sedang dikejar oleh pemerintah," kata Airlangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top