Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Subsidi Gaji Karyawan Dinilai Masih Terlalu Kecil

Ekonom Indef Bima Yudhistira mengatakan setidaknya terdapat 3 hal yang perlu dirombak pemerintah; pertama, subsidi gaji yang rencananya akan digelontorkan pemerintah nilainya sangat kecil, yakni 12 persen dari total gaji
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  19:33 WIB
Sejumlah pegawai PT Kahatex berjalan keluar kawasan pabrik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, per 27 Mei 2020 sebanyak 3.066.567 pekerja dikenai pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Sejumlah pegawai PT Kahatex berjalan keluar kawasan pabrik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, per 27 Mei 2020 sebanyak 3.066.567 pekerja dikenai pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dinilai perlu melakukan sejumlah perombakan stimulus untuk mempercepat penyerapan kembali tenaga kerja yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Ekonom Indef Bima Yudhistira mengatakan setidaknya terdapat 3 hal yang perlu dirombak pemerintah; pertama, subsidi gaji yang rencananya akan digelontorkan pemerintah nilainya sangat kecil, yakni 12 persen dari total gaji.

"Ini sangat kurang. Minimal subsidi bisa 30-35 persen dari total gaji agar para pengusaha bisa mempertahankan karyawan," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (5/8/2020).

Selain itu, dana program Kartu Prakerja yang dianggap tidak tepat sasaran bagi para tenaga kerja dapat dialihkan untuk menambah subsidi gaji.

Kedua, stimulus yang dinilai tidak berkorelasi secara langsung dengan penyerapan tenaga kerja karena tidak secara spesifik menargetkan tenaga kerja tertentu.

"Padahal, di negara lain stimulus sangat spesifik dan tajam. Di Malaysia, karyawan berusia di bawah 40 tahun yang direkrut kembali mendapatkan stimulus 800 ringgit, sedangkan untuk yang usianya di atas 40 mendapatkan stimulus hingga 1000 ringgit. Di Indonesia, insentifnya terlalu general dan perusahan tetap melakukan PHK," lanjut Bima.

Ketiga, penanganan Covid-19 yang harus lebih optimal guna membangun kembali rasa percaya diri masyarakat untuk berbelanja sehingga permintaan pasar atau daya beli dapat pulih.

Menurutnya, jika ketiga hal tersebut berjalan secara paralel, maka permintaan pasar akan meningkat dan industri dapat kembali menyerap tenaga kerja

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja stimulus Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top