Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jurus Peritel Modern Hadapi Tantangan di Paruh Kedua 2020

Ada 4 siasat penting dari para peritel modern dalam menghadapi situasi yang tak pasti pada semester II tahun ini. Semua akan dilakukan agar sektor ritel tetap dapat bertahan selama pandemi Covid-19 berlangsung.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  19:44 WIB
Ilustrasi - Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5/2020). - BISNIS.COM
Ilustrasi - Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5/2020). - BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri ritel modern telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi semester II/2020.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengungkapkan target penjualan ritel modern tahun ini direvisi dari 3--4 persen menjadi 1--2 persen dengan nilai total penjualan sekitar 30% dari total perkiraan realisasi tahun ini, yakni Rp135 triliun.

Sejumlah strategi akan diterapkan oleh pelaku industri, antara lain; pertama, promosi yang ditujukan kepada segmen konsumen tertentu. Kedua, menjalin kerja sama dengan bank dan tekfin untuk memberikan reward dan uang kembali kepada konsumen.

Ketiga, meningkatkan level pelayanan antar. Keempat melakukan penjualan secara omnichannel lewat pemberdayaan teknologi digital seperti WhatsApp dan media sosial lainnya.

Adapun, daya beli masyarakat yang belum membaik dan penyaluran stimulus oleh pemerintah yang masih belum maksimal masih menjadi penyebab utama dari belum baiknya kinerja industri ritel modern .

Rendahnya daya beli masyarakat akibat upaya efisiensi seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), pemotongan gaji karyawan, dan penyempitan biaya operasional yang dilakukan perusahaan pun dinilai membuat penjualan di industri ritel modern pada semester kedua stagnan.

Selain itu, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah dalam beberapa bulan belakangan dinilai belum memberikan efek positif yang signifikan.

"Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), Indeks Penjualan Riil masih -20,6 persen. Membaik pada Juni 2020 menjadi -14 persen. Tapi itu tidak signifikan karena masih minus," ujar Roy kepada Bisnis, Selasa (4/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel phk peritel ritel modern Virus Corona
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top