Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom Proyeksi Inflasi Akhir Tahun Mencapai 2 Persen

Laju inflasi tahun ini diperkirakan akan berada di kisaran bawah sasaran inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia, yakni sekitar 2 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  14:49 WIB
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro (dari kanan), Head of Fixed Income Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, dan Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy menjadi pembicara dalam Macroeconomic Outlook di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro (dari kanan), Head of Fixed Income Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, dan Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy menjadi pembicara dalam Macroeconomic Outlook di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) pada Juli 2020 menurun sebesar 0,10 persen month to month (mtm).

Secara tahun berjalan, dari Januari hingga Juli 2020, BPS mencatat inflasi sebesar 0,98 persen.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan deflasi pada Juli 2020 ini lebh rendah dari perkiraan awal, yaitu sebesar 0,05 persen mom.

Andry memperkirakan, inflasi pada akhir 2020 akan berada pada kisaran 2 persen. Sebelumnya pihaknya memperkirakan inflasi akan sebesar 2,69 persen.

"Kami merevisi perkiraan inflasi 2020 menjadi sekitar 2 persen, karena permintaan terus-menerus melembah dari prediksi kami sebelumnya," katanya, Senin (3/8/2020).

Perkiraan ini pun, kata Andry, jauh lebih rendah dibandingkan dengan realisasi inflasi pada 2019 yang tercatat sebesar 2,59 persen.

Menurutnya, harga yang diatur pemerintah, termasuk biaya transportasi akan diredam pada tahun ini di tengah penerapan pembatasan sosial dalam skala yang besar.

Di samping itu, pemerintah juga telah memastikan persediaan makanan akan tetap aman sampai akhir tahun. Dengan demikian, tidak akan ada tekanan pada harga bergejolak, khususnya untuk harga makanan.

"Inflasi inti cenderung lesu karena kurangnya kegiatan ekonomi di tengah pandemi. Selain itu, kami melihat dampak peningkatan pasokan uang dari stimulus ekonomi, termasuk quantitative easing dan burden sharing, akan terbatas pada inflasi tahun ini," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi indeks harga konsumen
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top