Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

400 Karyawan Pensiun Dini, Garuda Indonesia Tempuh Efisiensi

Garuda Indonesia mencatat sudah ada 400 karyawan yang melakukan pensiun dini dalam rangka efisiensi keuangan perusahaan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  16:11 WIB
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\n
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\\n

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) atau GIAA mencatat sudah ada 400 karyawannya yang mengambil opsi pensiun dini. Opsi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi keuangan perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya menawarkan secara sukarela kepada karyawannya untuk dirumahkan terutama bagi para pegawai-pegawai yang PKWT atau kontrak.

"Kami juga menawarkan pensiun dini, sudah ada 400 lebih karyawan yang mengambil. Beberapa memilih istirahat di rumah, punya opportunity lain dan ada juga yang berbisnis, kami tawarkan yang usianya di atas 45 tahun," jelasnya, Jumat (24/7/2020).

Kemudian, pihaknya juga melakukan percepatan masa kontrak bagi beberapa karyawan berstatus PKWT, tetapi haknya tetap dibayarkan hingga tuntas.

Dia menegaskan langkah awal yang diambil terhadap SDM di tengah krisis ini adalah memotong gaji karyawan dan menunda pembayarannya. GIAA pertama memotong gaji level direksi dan komisaris.

"Di BUMN Garuda satu-satunya yang memotong gaji. Saya juga kaget juga kok BUMN lain belum mengikuti, tapi mungkin mereka kondisinya baik-baik saja saya tidak tahu juga," ujarnya.

Dia menegaskan pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan opsi terakhir. Irfan pun menegaskan yang dapat menyelamatkan maskapai pelat merah tersebut adalah penumpang.

"Pemerintah ketika membantu dengan dana talangan itu cuma sementara yang akan memastikan bahwa Garuda bisa cepat recovery penumpang, itulah yang selalu kami kampanyekan," jelasnya.

Garuda merupakan salah satu BUMN yang cukup terdampak akibat pandemi virus Covid-19 ini, karena pendapatannya anjlok, bahkan operasi pesawatnya sempat hanya 7 persen dari total jumlah pesawat yang digunakannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top