Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KKP Berniat Alih Fungsikan Anjungan Migas Lepas Pantai, untuk Apa?

Berdasarkan data Kementerian ESDM, saat ini terdapat sekitar 600 anjungan migas lepas pantai yang berdiri di atas perairan Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  09:08 WIB
Suasana rig di atas laut. -  Bloomberg / Jason Alden
Suasana rig di atas laut. - Bloomberg / Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan berkeinginan mengalihfungsikan anjungan migas nonaktif untuk kepentingan sektor kelautan dan perikanan nasional.

"Kami melihat bahwa anjungan ini dapat digunakan sebagai alat untuk mendapatkan nilai ekonomi melalui budi daya ikan atau untuk merehabilitasi lingkungan sebagai terumbu karang buatan," kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja melalui siaran pers, Jumat (17/7/2020).

KKP, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, serta SKK Migas tengah berupaya mencari jalan keluar untuk mendanai atau memanfaatkan pembongkaran anjungan hulu migas yang sudah tidak aktif.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM terdapat sekitar 600 anjungan migas lepas pantai yang berdiri di atas perairan Indonesia.

Dari jumlah tersebut, terdapat 102 anjungan lepas pantai yang sudah tak beroperasi dan perlu segera dibongkar karena menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan navigasi.

Decommissioning anjungan migas merupakan kegiatan untuk menutup fasilitas dan memulihkan kondisi lingkungan sekitar fasilitas, yang merupakan salah satu tahapan dalam siklus proyek minyak dan gas bumi.

Decommissioning membutuhkan biaya besar dan hal teknis lainnya yang tentunya tidak mudah sehingga diperlukan adanya alternatif pemanfaatan dari anjungan migas lepas pantai ini.

Sjarief memaparkan bahwa pada 2019 telah disepakati pembentukan kerja sama Korea-Indonesia Offshore Research Cooperation Center (KIORCC).

Kerja sama ini berlanjut hingga 2022 dengan fokus kegiatan utama adalah studi kelayakan pemanfaatan platform di wilayah kerja migas RI.

Dia menuturkan bahwa kerja sama tersebut telah menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pemanfaatan kembali anjungan lepas pantai yang ditinggalkan untuk sektor kelautan dan perikanan, seperti terumbu buatan, budi daya lepas pantai, stasiun penelitian kelautan, ruang penyimpan ikan, dan wisata bahari.

"Studi dari hasil kerja sama tersebut memberikan solusi kepada pemerintah tentang cara mengelola platform minyak yang ditinggalkan dan tidak digunakan yang telah menjadi masalah selama beberapa tahun," jelas Sjarief.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp rig

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top