Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Progres Proyek KPBU Setelah Dilakukan Market Sounding

Kementerian PUPR sebelumnya telah beberapa kali melakukan market sounding.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  19:53 WIB
Begini Progres Proyek KPBU Setelah Dilakukan Market Sounding
Kendaraan melintas di pintu Tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol menyatakan bahwa ada sejumlah proyek jalan tol kerja sama pemerintah dengan badan usaha yang ditawarkan melalui program penjajakan minat atau market sounding telah masuk tahapan prakualifikasi.

Kepala BPJT Danang Parikesit menyebutkan salah satu proyek yang masuk tahapan prakualifikasi adalah sistem transaksi nontunai berbasis multi-lane free flow (MLFF) atau global navigation satellite system (GNSS).

"Progres dari market sounding proyek KPBU [kerja sama pemerintah dengan badan usaha] April lalu, misalnya, proyek MLFF saat ini sudah masuk tahapan proses PQ [pre-qualification]," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (17/7/2020).

Proyek MLFF ini merupakan teknologi transaksi tol nontunai nirsentuh dalam rangka meningkatkan efisiensi sistem transaksi dan pelayanan di jalan tol.

Proyek ini akan diimplementasikan di jalan tol sepanjang 1.713 kilometer dengan nilai investasi Rp4,06 triliun. Pemrakarsa proyek tersebut yaitu Roatex Ltd, Zrt, National Toll Payment Service Plc, MFB Hungarian Development Bank.

Selain proyek tersebut, ada juga progres dari market sounding proyek tol Yogyakarta—Solo yang sudah masuk tahapan penyerahan dokumen penawaran.

Kemudian proyek tol Bawen—Yogyakarta, saat ini sudah sampai pada proses pemasukan dokumen penawaran.

"Untuk progres dari market sounding proyek KPBU yang lainnya, ditargetkan persiapan PQ hingga akhir tahun ini," ujar Danang.

Kementerian PUPR sebelumnya telah beberapa kali melakukan market sounding. Seperti pada 21 November 2019, ada empat proyek yang ditawarkan di antaranya yaitu tol Solo—Yogyakarta—Kulonprogo, tol Yogyakarta—Bawen, tol Gedebage—Tasikamala—Cilacap, dan tol Mamminasata.

Kemudian, pada 11 Maret 2020, market sounding saat itu menawarkan lima proyek, yaitu sistem transaki tol nontunai berbasis MLFF, tol layang Cikunir—Karawaci, preservasi jalan nasional lintas timur Sumatra di Provinsi Riau, tol Kamal—Teluk—Naga—Rajeg, dan tol Bogor—Serpong via Parung.

Lalu, pada 30 April 2020, kembali ada enam proyek yang ditawarkan lewat market sounding, yaitu tol Semanan—Balaraja, tol layang Cikunir—Ulujami, tol Sentul Selatan—Karawang Barat, tol akses Patimban, tol Semarang Harbour, dan jembatan Batam—Bintan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol KPBU
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top