Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Kompleks Termahal se-Indonesia, Berapa Nilai Aset GBK?

Encep mengatakan, tingginya nilai tersebut dikarenakan letak GBK yang berada di tengah kota Jakarta. Nilai tanah GBK saja mencapai Rp345 triliun. Hal ini yang menjadikan GBK sebagai kompleks dengan nilai tertinggi di Indonesia.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  13:17 WIB
Warga berolahraga di Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Warga berolahraga di Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai aset Gelora Bung Karno (GBK) tercatat sebagai kompleks termahal se-Indonesia, dengan nilai sebesar Rp347 triliun.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Encep Sudarwan saat Bincang Bareng DJKN secara virtual, Jumat (10/7/2020).

Encep mengatakan, tingginya nilai tersebut dikarenakan letak GBK yang berada di tengah kota Jakarta. Nilai tanah GBK saja mencapai Rp345 triliun. Hal ini yang menjadikan GBK sebagai kompleks dengan nilai tertinggi di Indonesia.

"GBK total asetnya Rp347 triliun, tanahnya Rp345 triliun, bangunannya Rp2 triliun. Karena di kota nilainya sekarang Rp347 triliun, komplek yang [nilainya] tertinggi di seluruh indonesia," katanya.

Pada 2019 pun, aset milik negara tercatat meningkat signifikan, dari Rp6.325,28 triliun menjadi Rp10.467,53 triliun.setelah dilakukannya revaluasi aset pada 2018 dan telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kok naik sampai segitu, itulah hasil revaluasi menaikkan aset sekitar Rp4.000 triliun, alhamdullilah sudah selesai diaudit BPK dan keluar opininya WTP [wajar tanpa pengecualian]," katanya.

Encep menjelaskan, kenaikan aset tersebut ditopang oleh kenaikan aset tetap sebesar 30,53 persen secara tahunan, dari Rp1.931,05 triliun menjadi Rp5.949,59 triliun.

Alhasil, ekuitas negara juga mengalami peningkatan 22,26 persen secara tahunan, dari Rp1.407,80 triliun menjadi Rp5.127,31 triliun.

Menurut Encep, revaluasi yang dilakukan pada 2018 tidak hanya meningkatkan jumlah aset, tapi juga berdampak pada pengelolaan aset ke depan yang diharapkan akan lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia bpk gelora bung karno
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top