Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Infrastruktur di 5 KSPN Tetap Berjalan

Program sarhunta merupakan rangkaian kegiatan program bantuan stimulan perumahan swadaya untuk 2.750 rumah tidak layak huni agar bisa menjadi homestay.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  15:01 WIB
Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah,NTB, Minggu (24/2/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi
Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah,NTB, Minggu (24/2/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tetap melaksanakan penataan di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado—Likupang.

Salah satunya adalah dengan mendorong pelaksanaan program sarana hunian pariwisata (sarhunta) untuk mendukung pemulihan ekonomi khususnya di sektor pariwisata,

“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan pandemi Covid-19, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada lima KSPN yang dihentikan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui siaran pers, Selasa (30/6/2020).

Program sarhunta merupakan rangkaian kegiatan program bantuan stimulan perumahan swadaya untuk 2.750 rumah tidak layak huni agar bisa menjadi homestay dengan tetap mengusung desain kearifan lokal.

Program sarhunta dilaksanakan di KSPN Danau Toba Sumatra Utara sebanyak 1.000 unit, KSPN Borobudur Jawa Tengah 350 unit, KSPN Mandalika Nusa Tenggara Barat 500 unit, KSPN Labuan Bajo 600 unit, dan KSPN Manado—Likupang Sulawesi Utara 300 unit. Total anggaran program ini Rp429,23 miliar.

Pembangunan sarhunta dibagi menjadi dua yakni peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni sebagai sarhunta serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni disepanjang koridor menuju lokasi pariwisata.

Untuk program peningkatan kualitas bantuan diberikan sebesar Rp90 juta, sedangkan untuk pembangunan rumah baru, pembangunan kembali ataupun perbaikan rumah tradisional di kawasan pariwisata dengan jumlah bantuan maksimal Rp180 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata KSPN
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top