Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hadapi New Normal, Sucofindo Dukung Industri Pariwisata Lewat ARISE

Dalam sertifikasi ARISE secara umum yang dilihat adalah bagaimana pola pengendalian risiko sesuai jenis bisnis para pelaku, yaitu eliminasi dengan menghilangkan sumber bahaya dari paparan Covid-19.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  11:01 WIB
Direktur Utama PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin memberikan penjelasan saat corporate visit Bisnis Indonesia ke PT Sucofindo di Jakarta, Selasa (21/3). - JIBI/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin memberikan penjelasan saat corporate visit Bisnis Indonesia ke PT Sucofindo di Jakarta, Selasa (21/3). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Sucofindo berkomitmen dan mendukung industri atau pelaku usaha di Indonesia untuk tetap beroperasional, khususnya paska pandemi dengan standar pengelolaan protokol Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam tatanan kenormalan baru atau New Normal.

Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin mengatakan komitmen dan dukungan tersebut diwujudkan melalui jasa-jasa Sucofindo dalam mendukung pelaku industri, terutama dalam tatanan New Normal.

“Paparan tentang pentingnya kesiapan industri memasuki tatanan normal baru menjadi awareness kepada pelaku usaha, apalagi ada standar pengelolaan protokol K3, khusus untuk keberlangsungan usaha dan menjaminkan keyakinan para konsumen,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Web Seminar (Webinar) dengan tema “Pentingnya Kesiapan Industri Memasuki Tatanan Normal Baru” seperti keterangan pers yang dikutip Bisnis, Senin (22/6/2020)

Senada dengan Bachder, Direktur Komersial I Sucofindo Herliana Dewi yang hadir sebagai pembicara dalam Webinar mengatakan, sebagai komitmen dan dukungan di saat New Normal, Sucofindo merilis jasa baru, yaitu Jasa Sertifikasi ARISE.

“Sertifikasi ARISE mampu membantu pelaku usaha mengelola bisnis di masa Covid-19, sesuai dengan kondisi tatanan New Normal,” kata Herliana Dewi. Dia menambahkan, sertifikasi ini dapat menjadi pedoman dan panduan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya sesuai dengan kebijakan pemerintah, terutama terkait dengan protokol kesehatan dan tata aturan New Normal.

“ARISE bisa menjadi tolak ukur bagi pelaku usaha dalam meninjau sejauh mana kesiapan penyesuaian bisnis di tatanan normal baru,” jelas Herliana. Selain itu, lanjutnya, bagi pelaku usaha yang menerapkan ARISE mampu memberikan jaminan dan meningkatkan keyakinan konsumen untuk menggunakan jasa mereka.

Webinar yang digelar Sucofindo dengan tema “Pentingnya Kesiapan Industri Memasuki Tatanan Normal Baru

Dalam sertifikasi ARISE secara umum yang dilihat adalah bagaimana pola pengendalian risiko sesuai jenis bisnis para pelaku, yaitu eliminasi dengan menghilangkan sumber bahaya dari paparan Covid-19.

Pola pengendalian risiko itu antara lain dengan cara tidak menerima tamu dari daerah atau negara zona merah dan kuning, atau tamu dengan riwayat pernah mengunjungi daerah atau negara zona merah dan kuning dalam dua minggu ke belakang.

Selain itu, Engineering control, menciptakan pembatas berupa kaca atau plastik transparan di petugas front office, meningkatkan nilai tukar udara ruangan untuk meminimalkan terjadinya resirkulasi udara dalam ruangan tempat berkumpul, sehingga menimimalkan penularan melalui droplet yang ada di udara.

Pola lainnya adalah Administrative Control, pengaturan menjaga jarak dengan tamu, tidak bersalaman, pemeriksaan suhu tubuh, serta PPE/APD dalam kelengkapan dan penggunaan masker dan hand sanitizer.

Menurut Herliana, untuk auditor Sucofindo dalam pengerjaan ARISE ini dilaksanakan dengan tenaga profesional. “Auditor kami memiliki kualifikasi ISO 45001, sehingga terbiasa dengan pendekatan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko K3, serta konsep hirarki pengendalian risiko, tuturnya.

Sucofindo juga dilengkapi dengan Auditor lembaga sertifikasi usaha (LSU) yang sudah terbiasa dengan proses bisnis pariwisata.

Webinar yang digelar Sucofindo dengan tema Pentingnya Kesiapan Industri Memasuki Tatanan Normal Baru

ARISE ini nantinya tak hanya fokus pada sektor pariwisata, tapi juga dapat digunakan sebagai pedoman untuk sektor pelayanan publik, kesehatan, industri manufaktur, migas, dan konstruksi untuk memasuki tatanan normal baru.

Pada webinar itu turut serta sebagai pembicara Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah, Direktur Manajemen Industri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Henky Hotma Parlindungan Manurung, Direktur Pengawasan Norma K3 Kementerian Tenaga Kerja Ghazamahadi, dengan moderator Handito Joewono, President & Chief Strategy Consultant Arrbey Group.

Masa pandemi ini, Sucofindo juga tetap mengedepankan kepuasan pelanggan dan memudahkan pelanggan dengan memberikan pelayanan jasa Remote Audit Sertifikasi. Layanan ini dapat

Secara daring beragam sertifikasi ISO mulai dari aspek kegiatan perusahaan, seperti lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan pangan, dan keamanan sistem informasi serta mutu produk.

Dalam implementasi jaga jarak fisik, Sucofindo juga mengadakan pelatihan online yang meliputi pelatihan Sistem Manajemen yang berbasis ISO, serta Eco Framework, seperti Proper (Program Pemeriksa Kinerja Perusahaan) dalam pengelolaan lingkungan hidup dan LCA (Life Cycle Assessment).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata sucofindo sertifikasi New Normal
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top