Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Diprediksi Minus, Indonesia Bakal Resesi?

Besar kemungkinan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi lebih dalam pada kuartal II/2020 lantaran melambatnya pertumbuhan manufaktur dan indeks penjualan ritel akibat PSBB.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 14 Juni 2020  |  19:19 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Diprediksi Minus, Indonesia Bakal Resesi?
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi Pandemi virus Corona (Covid-19) akan menyebabkan resesi global pada tahun ini. Situasi tersebut bisa lebih buruk dibandingkan krisis keuangan 2008 - 2009.

Senada dengan IMF, Bank Dunia memperkirakan produk domestik bruto (PDB) global akan terkontraksi hingga 5,2 persen akibat Covid-19. Jika ramalan itu terjadi, maka akan mencatatkan angka resesi terdalam sejak Perang Dunia II. Lantas, apakah ekonomi Indonesia dapat bertahan dari badai resesi global?

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan tidak ada definisi definitif terkait resesi. Namun, jika mengacu pada konsensus, resesi diartikan terjadinya perlambatan ekonomi (kontraksi pertumbuhan) selama dua kuartal berturut-turut.

"Resesi juga berpotensi terjadi ketika terjadi penurunan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, manufaktur, hingga ritel, karena penurunan indikator berpotensi memperlambat kinerja ekonomi," kata Yusuf ketika dihubungi Bisnis, Minggu (14/6/2020).

Apalagi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2020 ternyata hanya 2,97 persen. Realisasi tersebut ebih rendah dari periode yang sama tahun lalu (yoy) yaitu 5,02 persen.

Yusuf menambahkan besar kemungkinan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi lebih dalam pada kuartal II/2020 lantaran melambatnya pertumbuhan manufaktur dan indeks penjualan ritel akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Lebih lanjut, dia menilai pelonggaran PSBB di beberapa kota besar tidak serta merta akan menggerakan ekonomi di level sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Apabila perlambatan kontraksi pertumbuhan ekonomi terjadi sampai dengan kuartal III/2020, maka per defenisi Indonesia sudah bisa dikatakan memasuki resesi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia Pertumbuhan Ekonomi resesi imf covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top